I Nyoman Sukartidana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Digitalisasi Pembinaan Olahraga pada Era Industri 4.0: Upaya Peningkatan Prestasi Nasional dan Citra Global Mohammad Syahroni; I Nyoman Sukartidana
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i2.4729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual penerapan teknologi digital dalam pembinaan olahraga di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, serta merumuskan strategi digitalisasi yang adaptif, inklusif, dan sesuai dengan konteks lokal. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya pemanfaatan teknologi sport science di tingkat daerah, padahal digitalisasi telah menjadi kebutuhan mendesak dalam era Industri 4.0 untuk meningkatkan prestasi atlet dan memperkuat citra bangsa di kancah global. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, serta wawancara dengan pelatih, atlet, dan stakeholder olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital di Kota Mataram masih minim, literasi digital Sumber Daya Manusia olahraga relatif rendah, serta belum terdapat regulasi daerah yang mendukung digitalisasi olahraga. Namun demikian, Kota Mataram memiliki potensi besar karena ketersediaan infrastruktur internet, lembaga pendidikan tinggi, serta komunitas olahraga yang aktif. Strategi digitalisasi yang dirumuskan mencakup lima aspek utama: (1) penguatan infrastruktur digital, (2) peningkatan kapasitas SDM olahraga, (3) integrasi data atlet berbasis cloud, (4) dukungan regulasi dan pembiayaan daerah, serta (5) kolaborasi dengan komunitas, universitas, dan sektor swasta. Studi kasus internasional dari Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Inggris dijadikan sebagai acuan praktik terbaik global yang dapat diadaptasi sesuai kondisi Kota Mataram.