Permasalahan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah, masih menjadi tantangan utama di Indonesia akibat peningkatan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan keterbatasan sistem pengelolaan sampah. Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi permasalahan tersebut, yang ditandai dengan masih maraknya praktik pembakaran sampah terbuka oleh masyarakat. Praktik ini dianggap praktis, namun berdampak negatif terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan melalui kegiatan edukasi serta penerapan teknologi incinerator skala kecil dan lubang resapan biopori bekerja sama dengan Komunitas Omah Dongeng Sangkara. Metode yang digunakan adalah Participatory Action and Learning System (PALS) dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat pada seluruh tahapan kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–September 2025 dengan sasaran masyarakat Kelurahan Patemon. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi perilaku. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan masyarakat sebesar 15,69%, dari 78,43% menjadi 94,12%. Selain itu, masyarakat menunjukkan komitmen untuk menghentikan praktik pembakaran sampah terbuka dan mulai mengadopsi teknologi pengelolaan sampah yang diperkenalkan. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Quality Education), SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities), SDGs 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDGs 13 (Climate Action).