Salsabilah, Nadilah Nur
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Paradoks Aksesibilitas Semu: Tinjauan Literatur Berbasis Grounded Theory tentang Chatbot Kesehatan Mental Salsabilah, Nadilah Nur; Salasbilah, Nadilah Nur; Nabila, Septia Tsabitha; Nisrina, Najwa
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): January: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
Publisher : LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bkfw4v93

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menciptakan peluang baru dalam layanan kesehatan mental, khususnya melalui chatbot berbasis teks. Chatbot berkembang sebagai alat yang skalabel dan mudah diakses untuk dukungan emosional instan. Namun, di balik popularitasnya, pemahaman menyeluruh mengenai validitas klinis dan tantangan etisnya masih terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan meninjau literatur secara kritis untuk memetakan perkembangan, mengevaluasi efektivitas, dan mengidentifikasi tantangan utama chatbot. Menggunakan metodologi Grounded Theory Literature Review (GTLR), sebanyak 111 artikel peer-reviewed yang terbit antara 2020 dan 2025 dianalisis. Sintesis data mengidentifikasi sebuah kategori inti yang disebut "Paradoks Aksesibilitas Semu". Temuan menunjukkan bahwa meskipun chatbot berhasil mendemokratisasi akses layanan secara kuantitas, efektivitasnya sering kali bias oleh dominasi demografi pengguna muda (digital natives) dan mekanisme "Digital Placebo", bukan karena kedalaman intervensi klinis yang substantif. Lebih jauh, analisis mengungkap kelemahan sistemik berupa "Jalan Buntu Digital", di mana chatbot sering gagal menangani situasi krisis berisiko tinggi, serta adanya isu komodifikasi data emosional yang mengancam privasi pengguna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi chatbot sebagai pengganti terapis adalah prematur. Peran yang paling etis dan efektif untuk teknologi ini adalah sebagai "Asisten Triase" yang terintegrasi dalam model perawatan berjenjang, di bawah pengawasan ketat prinsip bioetika primum non nocere. Pendekatan multidisiplin yang kuat antara psikologi, teknis, dan etika diperlukan untuk memastikan intervensi ini aman.