Ahmad Nova Dwi Setiawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Istri Hadratussyaikh M. Hasyim Asy’ari dalam Keberhasilan Pendidikan dan Perjuangan Kebangsaan Ahmad Nova Dwi Setiawan; Imron Arifin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3266

Abstract

Hadratussyaikh M. Hasyim Asy’ari adalah salah satu ulama dan ada yang mengatakan pendidik terbaik di Indonesia. Seluruh kehidupan Hadratussyaikh M. Hasyim Asy’ari didedikasikan untuk berjuang dan pengabdian kepada agama dan bangsa. Hadratussyaikh M. Hasim Asy’ari berjasa besar bagi bangsa Indonesia, selain menyikapi situasi sosial politik pada masanya, beliau juga aktif berjuang untuk bangsa Indonesia dan turut serta dalam peperangan, sehingga tidak heran jika beliau ini adalah salah satu pemeran utama dalam pendidikan nasional. Selain itu, beliau juga mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang kini terkenal dan memiliki banyak pengikut di seluruh dunia. Peranan Hadratussyaikh M. Hasyim Asy’ari yang terpaparkan diatas tidak lepas dari peranan istri-istri beliau yang mampu membantu dan mendukung perjuangan beliau. Penelitian ini menggunakan bertujuan untuk memahami fenomena tentang proses yang dilakukan oleh subjek penelitian dengan landasan sumber kepustakaan, yaitu sumber yang digali melalui informasi perpustakaan seperti buku, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis domain untuk memperoleh gambaran subjek peneleitian, serta analisis taksonomi untuk menguraikan data menjadi lebih rinci, data tersebut yang di peroleh dari informasi kepustakaan. Dalam penelitian ini memunculkan kesimpulan bahwa Bu Nyai Nafiqah dengan kecakapannya berperan sangat penting dalam mendampingi Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari sebagai tokoh Islam dalam lingkup nasional. Selain itu pemikiran majunya telah diwariskan oleh putra putrinya hingga mereka berhasil menghadirkan pembaharuan, serta mengubah wajah pesantren menjadi lebih inklusif dan mampu melahirkan kader-kader kiai yang cakap di bidang pergerakan nasional. Sepanjang hayatnya, Bu Nyai Nafiqah telah dikaruniai sepuluh putra-putri dengan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, sebelum wafat pada tahun 1920. Sedangkan Nyai Masrurah dimasa hidupnya mampu menggantikan peran serta posisi yang sebelumnya telah di tinggalkan atau di gagas oleh Bu Nyai Nafiqah.