N, Wahyu Nurdiansyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS KINERJA TIM KOORDINASI PERCEPATAN PENANGANAN ANAK TIDAK SEKOLAH (PPATS) PROVINSI SULAWESI SELATAN Aldin, Mutmainnah Nur; Chairunisa, Frida; N, Wahyu Nurdiansyah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8002

Abstract

The problem of out-of-school children (OTS) in South Sulawesi remains a crucial issue, driven by economic, socio-cultural factors, and limited access to education, resulting in high unemployment and poverty rates. This study aims to evaluate the effectiveness of the Coordination Team for the Acceleration of Handling Out-of-School Children (PPATS) in its efforts to reduce the number of out-of-school children through educational reintegration strategies. Using qualitative methods with a case study approach in districts/cities with the highest prevalence of out-of-school children, data collection was conducted through in-depth interviews, participant observation, and strategic document analysis. The research findings indicate that although the PPATS team has successfully developed an innovative data collection system through the PASTI BERAKSI application, its effectiveness remains suboptimal. The main obstacle lies in the data verification and validation process, which is hampered by the lack of honorarium funds for field officers and the lack of full program integration within the regional Budget Planning Document (DPA). The study's conclusions emphasize that successful TOS management requires strengthened cross-sectoral coordination, adequate budget support, and more robust policy integration to ensure the sustainability of the program for returning children to school. ABSTRAKPermasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Sulawesi Selatan masih menjadi isu krusial yang dipicu oleh faktor ekonomi, sosial-budaya, dan terbatasnya akses pendidikan, sehingga berdampak pada tingginya angka pengangguran dan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kinerja Tim Koordinasi Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PPATS) dalam upaya menurunkan angka ATS melalui strategi reintegrasi pendidikan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di kabupaten/kota dengan prevalensi ATS tertinggi, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen strategis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun tim PPATS telah berhasil mengembangkan inovasi sistem pendataan melalui aplikasi PASTI BERAKSI, efektivitas kinerjanya masih belum optimal. Kendala utama terletak pada proses verifikasi dan validasi data yang terhambat akibat tidak tersedianya anggaran honorarium bagi petugas lapangan serta belum terintegrasinya program secara penuh dalam Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) daerah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan penanganan ATS memerlukan penguatan koordinasi lintas sektor, dukungan anggaran yang memadai, serta integrasi kebijakan yang lebih solid untuk menjamin keberlanjutan program pengembalian anak ke bangku sekolah.
EFEKTIVITAS PROGRAM REHABILITASI SOSIAL ANAK TERLANTAR DI PROVINSI SULAWESI SELATAN (STUDI KASUS PADA REHABILTASI SOSIAL DASAR ANAK TERLANTAR DI DALAM PANTI UPT. PPRSA INANG MATUTU MAKASSAR) Sartio, Destiyana Sumala; DP, Muh. Idris; N, Wahyu Nurdiansyah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8135

Abstract

Abandoned children are a vulnerable group at risk of violence, exploitation, and behavioral deviation due to unmet basic physical, mental, and social needs. In South Sulawesi Province, the number of abandoned children remains high, reaching 19,240, with the highest distribution in Takalar Regency. This phenomenon is also evident in Makassar City through the presence of street children, beggars, and buskers, as well as the increasing number of cases of violence against children. This study aims to analyze the conditions of abandoned children and evaluate the effectiveness of social rehabilitation programs in the area. This is a descriptive qualitative study, with data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Informants included Social Service officials, Technical Implementation Unit (UPT) managers, social workers, and parents or guardians of beneficiary children. The results indicate that the social rehabilitation program at the UPT PPRSA Inang Matutu is quite effective in improving children's psychological, social, and educational aspects. Children receive services that fulfill their basic needs, therapy, social guidance, and character development through structured activities. However, the program's effectiveness remains hampered by limited facilities (particularly the lack of dormitories), reduced budget allocation, a shortage of professional staff, and low community participation. Therefore, a more comprehensive and sustainable management strategy is needed to ensure the fulfillment of the rights and optimal development of neglected children in South Sulawesi. ABSTRAKAnak terlantar merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, dan penyimpangan perilaku akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dasar fisik, mental, serta sosial. Di Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah anak terlantar masih tinggi, yaitu mencapai 19.240 anak, dengan sebaran tertinggi di Kabupaten Takalar. Fenomena ini juga tampak di Kota Makassar melalui keberadaan anak jalanan, pengemis, dan pengamen, serta meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi anak terlantar serta mengevaluasi efektivitas program rehabilitasi sosial di daerah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Dinas Sosial, pengelola Unit Pelaksana Teknis (UPT), pekerja sosial, serta orang tua atau wali anak penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi sosial di UPT PPRSA Inang Matutu cukup efektif dalam meningkatkan aspek psikologis, sosial, dan pendidikan anak. Anak-anak menerima layanan pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, bimbingan sosial, dan pengembangan karakter melalui kegiatan terstruktur. Meskipun demikian, efektivitas program masih terhambat oleh keterbatasan fasilitas (terutama ketiadaan asrama), berkurangnya alokasi anggaran, kurangnya tenaga profesional, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk menjamin pemenuhan hak serta tumbuh kembang optimal anak terlantar di Sulawesi Selatan.