Theofilus Apolinaris Suryadinata
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERUBAHAN INTERAKSI SOSIAL MELALUI PERILAKU PHUBBING PADA GENERASI Z DALAM BUDAYA NONGKRONG DI COFFEESHOP KAVELOKKA SURAKARTA Angelica Koes Handyoningrum; Theofilus Apolinaris Suryadinata
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Interaksi Volume 5 Nomor 2 2026
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v5i2.19630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan perilaku phubbing terhadap perubahan interaksi sosial generasi Z, mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan dari perilaku phubbing generasi Z, dan menganalisis upaya pencegahan serta penanganan perilaku phubbing terhadap perubahan interaksi sosial generasi Z dalam konteks budaya nongkrong. Studi ini bermanfaat memperkaya kajian sosiologi komunikasi digital dengan memahami phubbing sebagai fenomena sosial keseharian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah informan terdiri dari 32 yang dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu, informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci penelitian ini adalah generasi Z tingkat SMA, SMK, Kuliah (D-3, D-4, dan S-1), dan Fresh Graduate yang melakukan perilaku phubbing. Sedangkan informan pendukung dalam penelitian ini adalah generasi Z tingkat SMA, SMK, Kuliah (D-3, D-4, dan S-1), dan Fresh Graduate yang tidak melakukan perilaku phubbing dan beberapa pelayan coffeeshop di Kavelokka Surakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta keterlibatan langsung peneliti menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Dalam proses pengumpulan data, peneliti tidak hanya melakukan wawancara dan observasi, tetapi juga terlibat secara langsung di lokasi penelitian melalui observasi partisipatif. Keterlibatan ini dilakukan dengan mengamati aktivitas nongkrong Generasi Z di Coffeeshop Kavelokka Surakarta secara langsung untuk memahami konteks interaksi sosial yang terjadi, termasuk praktik phubbing dalam keseharian informan. Analisis data didasarkan pada teori konstruksi sosial atas realitas Peter L. Berger melalui proses eksternalisasi (ketika kebiasaan menggunakan ponsel diekspresikan dalam situasi sosial seperti nongkrong), objektifikasi (ketika kebiasaan tersebut diterima dan dianggap wajar oleh kelompok), dan internalisasi (ketika individu mengintegrasikan phubbing sebagai norma sosial yang tidak lagi dipertanyakan dan dibenarkan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa phubbing dimaknai sebagai perilaku yang wajar dan telah menjadi bagian dari budaya nongkrong Generasi Z, mencerminkan adaptasi terhadap gaya hidup digital yang memungkinkan keterhubungan simultan di ruang fisik dan digital. Namun, perilaku ini berdampak pada menurunnya kualitas komunikasi tatap muka, melemahnya kedekatan emosional, serta munculnya jarak sosial dalam relasi pertemanan. Meskipun demikian, Generasi Z menunjukkan kesadaran reflektif dan melakukan upaya pengendalian penggunaan smartphone, menciptakan aktivitas interaktif, serta membangun kesepakatan bersama. Disimpulkan bahwa phubbing merupakan realitas sosial yang dikonstruksi secara kolektif dan menandai terbentuknya pola interaksi sosial yang bersifat hybrid di era digital.