Seltivemi Boikope
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketangguhan dalam Keterbatasan : Penguatan Mental dan Iman bagi Penyandang Tuna Daksa Banamtuan, Wati; Ririn R. Adu; Runita C. Hekneno; Sance M. Salukh; Seltivemi Boikope; Sriani Radja; Suratni Salle; Surni D. Misa; Yanri Nenosaet; Yulvvita C. Dae Higa; Nofriana Baun
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak penyandang tuna daksa menghadapi tantangan ganda dalam kehidupannya, baik secara fisik maupun psikologis. Keterbatasan fisik sering kali berdampak pada kepercayaan diri, interaksi sosial, dan perasaan keberhargaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses penguatan mental dapat terjadi pada anak penyandang tuna daksa, dengan menelusuri peran lingkungan keluarga, pendidikan, komunitas sosial, dan kehidupan rohani. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap seorang informan anak muda tuna daksa yang mengalami disabilitas sejak bayi akibat kecelakaan, namun mampu bertumbuh secara tangguh dan mandiri hingga jenjang pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan mental pada anak penyandang tuna daksa sangat dipengaruhi oleh penerimaan diri yang ditumbuhkan dari dukungan emosional keluarga, penerimaan sosial yang positif dari teman dan lingkungan, serta pengalaman keterlibatan dalam kegiatan rohani seperti pelayanan gereja. Peran guru dalam pendidikan inklusif juga memberikan pengaruh yang kuat, terutama dalam mendorong anak untuk mengembangkan potensi diri dan tidak merasa rendah diri. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara dukungan spiritual, sosial, dan pendidikan sebagai fondasi pembentukan ketangguhan mental pada anak-anak dengan disabilitas fisik. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pendekatan pendidikan dan pelayanan pastoral yang lebih inklusif, khususnya dalam membina anak-anak penyandang disabilitas untuk tetap memiliki harapan, semangat hidup, serta kekuatan mental dalam menghadapi kehidupan.
Kehidupan Kristen Dalam Masyarakat Yang Majemuk Banamtuan, Wati; Seltivemi Boikope; Yuke Y. Layratu; Feliks Naluk; Fransiska Y. Nggeong
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat majemuk merupakan sebuah kenyataan sosial yang tidak bisa dihindari, terutama di Indonesia yang dikenal sebagai negara yang penuh dengan latar belakang keberagaman. Keberagaman agama, budaya, dan etnis tentunya menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat. Artikel ini membahas tentang kehidupan Kristen dalam masyarakat majemuk ditengah-tengah kebekaragaman tersebut. Umat Kristen dalm menjalani kehidupan setiap hari seringkali menghadapi berbagai macam tantangan serta hambatan dalam menjaga identitas iman sambil tetap hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat yang datang dari berbagai macam latar belakang perbedaan, terkhususnya perbedaan dalam segi agama atau kepercaaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman atau wawasan yang mendalam tentang prinsip dan strategi kehidupan Kristen yang saling berkaitan dan sesuai dalam masyarakat yang majemuk. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, artikel ini menjelaskan definisi dan karakteristik masyarakat majemuk, tantangan yang dihadapi umat Kristen, serta prinsip-prinsip dan strategi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa nilai kasih, penghormatan terhadap perbedaan, dan keterlibatan aktif dalam masyarakat berperan penting untuk merefleksikan identitas Kristen yang menyeluruh dan membawa pengaruh yang positif. Artikel ini diakhiri dengan kesimpulan bahwa kehidupan Kristen dalam masyarakat majemuk bukan hanya tentang mempertahankan iman, namun juga menjadi terang dan garam bagi lingkungan sekitar yang penuuh dengan berbagai macam perbedaan.