Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Penyebab Diabetes Mellitus Pada Metabolisme Karbohidrat: A Literatur Review Dewi, Ranita Suri; Mahesty, Iken Rahma; Mutharhari, Zikri; Maulana, Iqbal; Ulfa, Mursyidah
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.872

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan global yang serius karena berhubungan langsung dengan gangguan pada metabolisme karbohidrat. Penyakit ini ditandai dengan gangguan metabolisme karbohidrat akibat defisiensi atau resistensi insulin, yang berdampak pada peningkatan kadar gula darah dan kerusakan organ tubuh. Penelitian ini menggunakan desain studi literatur dengan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis faktor-faktor penyebab DM berdasarkan publikasi ilmiah periode 2019–2025. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional yang ter indeks di database terpercaya, dengan kriteria inklusi berupa relevansi topik, keterharuan data, dan proses peer-review. Hasil analisis terhadap sepuluh artikel menunjukkan bahwa pola makan yang tidak sehat, sedentary lifestyle dan obesitas merupakan faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi, sedangkan faktor genetik, stres, dan lingkungan menjadi faktor non-modifiable yang turut berperan. DM ditemukan tidak hanya pada lansia, tetapi juga pada remaja dengan obesitas dan gaya hidup buruk. Intervensi berupa edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, serta pemantauan berkala terbukti efektif dalam pencegahan dan pengelolaan DM. Kajian ini menegaskan perlunya pendekatan holistik berbasis literatur untuk menekan prevalensi DM dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Demo Masak Menu Tinggi Protein Hewani Untuk Cegah Stunting Masitah, Ravi; Novianty, Novianty; Fanany, Irzal; Dessritina, Pesona; Selvianita, Defi; Mahesty, Iken Rahma
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/t180es25

Abstract

Stunting remains a public health challenge that requires appropriate interventions, one of which is increasing the consumption of animal protein. This community service activity aims to enhance the knowledge and skills of mothers with toddlers in preparing catfish as a local protein source to prevent stunting. The method used was participatory cooking demonstrations in Kelurahan 15 Ulu, Palembang, involving 25 mothers with toddlers. Activities included introducing the benefits of catfish, practicing making catfish nuggets and meatballs, and conducting interactive discussions. Evaluation results showed a significant increase in participants' understanding, with an average post-test score of 74.8 compared to a pre-test score of 53.6. About 72% of participants committed to making catfish nuggets because they are easy to prepare and liked by children. This activity successfully empowers mothers with toddlers through an enjoyable and practical educational approach, while also encouraging the use of local resources to improve family nutrition. Thus, the cooking demonstration approach has proven effective in educating the community while empowering them to participate independently in efforts to prevent stunting.
Efektifitas penyuluhan gizi dalam meningkatkan pengetahuan tentang dampak konsumsi makanan cepat saji pada siswa sekolah dasar Mario, Deby Tri; Muthahari, Zikri; Priambodo, Pramudya Wisnu; Maulana, Iqbal; Ockta, Yovhandra; Hafni, Idarul; Mahesty, Iken Rahma; Rahman, Rahman; Nada, Salma Alfina Putri; Hidayah, Nurul; Nurhalisa, Nurhalisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38217

Abstract

AbstrakKonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak pada anak sekolah dasar masih menjadi permasalahan, terutama pada lingkungan dengan edukasi gizi yang belum optimal. Survei pendahuluan pada salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Aceh Barat menunjukkan mayoritas siswa mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti jajanan cepat saji (kemasan) dan minuman berpemanis, yang berpotensi pada risiko gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai dampak konsumsi makanan cepat saji serta mendorong perilaku makan sehat sejak dini. Pelaksanaan program ini melibatkan 53 siswa kelas III. Metode yang digunakan berupa penyuluhan edukatif-interaktif melalui presentasi, video, banner, leaflet, permainan, kuis, dan pemberian reward. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest dengan 10 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rerata skor pretest 6.53 meningkat menjadi 7.89 pada posttest (t=14.501; p=0.001; Cohen’s d=1.726). Selama kegiatan, siswa juga menunjukkan perubahan sikap positif, partisipasi aktif, serta kemampuan mengidentifikasi makanan sehat dan tidak sehat. Secara keseluruhan, penyuluhan ini efektif meningkatkan literasi gizi dan pengetahuan siswa. Program serupa direkomendasikan sebagai strategi promotif kesehatan di lingkungan sekolah. Kata kunci: penyuluhan gizi; makanan cepat saji; perilaku makan sehat; sekolah dasar; literasi kesehatan. AbstractThe consumption of snacks high in sugar, salt, and fat among elementary school children remains a problem, particularly in communities where nutrition education is not yet optimal. A preliminary survey at a public elementary school in West Aceh Regency showed that the majority of students consume unhealthy foods, such as packaged fast-food and sugary drinks, which pose a potential risk of health problems. This community service activity aims to increase students’ knowledge regarding the impact of fast-food consumption and to encourage healthy eating behaviors from an early age. The implementation of this program involved 53 third-grade students. The methods used included interactive educational sessions through presentations, videos, banners, leaflets, games, quizzes, and the distribution of rewards. Evaluation was conducted using a pretest–posttest design with 10 multiple-choice questions. The results showed a significant increase in knowledge, with the average pretest score of 6.53 rising to 7.89 on the posttest (t=14.501; p=0.001; Cohen’s d=1.726). During the activity, students also demonstrated positive attitude changes, active participation, and the ability to identify healthy and unhealthy foods. Overall, this educational program was effective in improving students’ nutrition literacy and knowledge. Similar programs are recommended as a health promotion strategy in school settings. Keywords: nutrition education; fast-food; healthy eating habits; elementary school; health literacy.