Angela Nirmala Maria Lumi
Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TINGKAT KEMISKINAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI SULAWESI UTARA (Studi Pada 8 Kabupaten di Sulawesi Utara) Angela Nirmala Maria Lumi; Paulus Kindangen; Ita Pingkan Rorong
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 23 No 2 (2022): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.44225.23.2.2022

Abstract

ABSTRAK - Pembangunan manusia menempatkan manusia sebagai tujuan pembangunan, dan bukan semata-mata sebagai alat pembangunan. Salah satu cara untuk mengukur standar pembangunan manusia yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah melalui indeks pembangunan manusia. Indeks pembangunan manusia adalah ukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup. Indeks pembangunan manusia menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam bentuk pendapatan, kesehatan, dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode pengamatan sepuluh tahun yaitu tahun 2012-2021 pada delapan kabupaten di sulawesi utara. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, tingkat kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia dan secara bersama-sama pengeluaran pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Sulawesi Utara. Kata Kunci- Pengeluaran pemerintah, pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, indeks pembangunan manusia ABSTRACT - Human development places humans as the goal of development and not merely as a tool of development. One way to measure human development standard set by the United Nations is through the Human Development Index. The human development index is a comparative measure of life expectancy, literacy, education and living standard. Human development index describes how people can access development outcomes in terms of income, health, and education. This study aims to determine the effect of government expenditure, economic growth, and poverty rate on human development index in North Sulawesi Province. This study uses secondary data with a ten-year observation period, namely 2012-2021 in 8 districts on north sulawesi. The data obtained from the Central Statistics Agency of North Sulawesi Province. Data analysis method used in this research is panel data regression. The results show that government expenditure has a positive and significant effect on human development index, poverty rate has a negative and significant effect on human development index and together government expenditure, economic growth and poverty rate have a significant effect on human development index in North Sulawesi Province. Keyword - Government expenditure, economic growth, poverty rate, human development index
Dinamika GDP Global, US Dollar Index, Foreign Direct Investment and Trade in Asean: Pendekatan Vector Error Correction Model (VECM) Sari, Greydi Normala; Lumi, Angela Nirmala Maria
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 26 No 1 (2025): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.65780.26.1.2025

Abstract

Globalisasi ekonomi meningkatkan keterkaitan antarnegara melalui perdagangan internasional, arus investasi asing langsung, dan integrasi pasar keuangan global. Kawasan ASEAN sebagai kawasan ekonomi terbuka sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan variabel eksternal utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jangka panjang dan dinamika jangka pendek antara pertumbuhan ekonomi global, US Dollar Index, Foreign Direct Investment (FDI), dan perdagangan di kawasan ASEAN. Penelitian menggunakan data tahunan periode 2000–2023 dengan pendekatan Vector Error Correction Model (VECM). Hasil uji kointegrasi Johansen menunjukkan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antarvariabel. Dalam jangka panjang, perdagangan ASEAN berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan GDP global, sedangkan FDI dan US Dollar Index berpengaruh negatif signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan merupakan kanal utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara tekanan moneter eksternal dan ketergantungan pada investasi asing dapat berdampak negatif terhadap stabilitas ekonomi. Dalam jangka pendek, hanya perdagangan yang menunjukkan mekanisme penyesuaian signifikan terhadap ketidakseimbangan jangka panjang. Analisis impulse response dan variance decomposition menegaskan peran sentral perdagangan dalam mentransmisikan guncangan global serta sensitivitas GDP terhadap pergerakan US Dollar Index. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan perdagangan regional untuk meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan ekonomi ASEAN di tengah volatilitas global. Kata kunci: GDP Global, US Dollar Index, FDI in ASEAN, Trade in ASEAN, VECM.
Analisis Tingkat Pengangguran Terbuka Di Kota-Kota Pulau Sulawesi Lumi, Angela Nirmala Maria; Sari, Greydi Normala
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 26 No 1 (2025): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.65781.26.1.2025

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia (IPM), dan upah minimum terhadap tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kota-kota di Pulau Sulawesi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model dengan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari 12 kota di Pulau Sulawesi selama periode 2010–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pertumbuhan ekonomi dan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, yang berarti bahwa peningkatan pada kedua variabel tersebut cenderung menurunkan tingkat pengangguran terbuka. Sementara itu, upah minimum memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap TPT. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap TPT. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembangunan ekonomi yang inklusif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan strategi kunci dalam menekan angka pengangguran terbuka. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan ketenagakerjaan yang berbasis data empiris di kawasan timur Indonesia. Kata Kunci: Tingkat Pengangguran Terbuka, Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia dan Penduduk Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara Tarigan, Sri Adelina Br; Lapian, Agnes L. CH. P; Lumi, Angela Nirmala Maria
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 26 No. 3 (2026): Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengentasan kemiskinan merupakan agenda prioritas global dalam kerangka Millennium Development Goals (MDGs), di mana kemiskinan dipahami sebagai ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar yang dipengaruhi oleh faktor struktural dan kultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Penduduk terhadap kemiskinan di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Dengan menggunakan metode regresi linear berganda, penelitian ini mengevaluasi dinamika variabel-variabel tersebut baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Pertumbuhan Ekonomi dan Jumlah Penduduk memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan. Sejalan dengan itu, variabel Pengangguran menunjukkan arah pengaruh positif yang tidak signifikan. Sebaliknya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditemukan berpengaruh negatif dan signifikan, yang menegaskan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi instrumen paling efektif dalam mereduksi angka kemiskinan di lokasi penelitian. Meskipun sebagian besar variabel tidak menunjukkan pengaruh nyata secara individu, pengujian secara simultan membuktikan bahwa Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran, IPM, dan Jumlah Penduduk secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Karo. Temuan ini mengimplikasikan perlunya integrasi kebijakan makroekonomi yang lebih berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat untuk mencapai target pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia, Penduduk, Kemiskinan.
Analisis Hubungan Inflasi dan Pengangguran di Sulawesi Utara Oroh, Monalisa; Walewangko, Een Novritha; Lumi, Angela Nirmala Maria
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 26 No. 3 (2026): Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara inflasi dan pengangguran serta menguji eksistensi teori Kurva Phillips di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Data yang digunakan merupakan data sekunder periode tahun 2000–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis menggunakan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran di Sulawesi Utara. Hal ini menunjukkan bahwa teori Kurva Phillips klasik yang menyatakan hubungan negatif antara inflasi dan pengangguran tidak berlaku di wilayah ini. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh dominasi inflasi dorongan biaya (cost-push inflation) yang meningkatkan biaya produksi dan menghambat penyerapan tenaga kerja. Kata kunci : Kata kunci: Inflasi, Pengangguran, Kurva Phillips, Sulawesi Utara.