ABSTRAK Isu kesehatan mental semakin penting dan strategis saat ini, seiring meningkatnya prevalensi gangguan mental dan masih kuatnya stigma di masyarakat. Televisi publik, dengan mandat pelayanan publik dan legitimasi institusional yang kuat, memiliki peran penting dalam membangun literasi, menurunkan stigma, dan membuka ruang diskursus kesehatan mental yang inklusif. Namun, dalam ekosistem media yang terdigitalisasi dan terfragmentasi, kehadiran isu kesehatan mental di televisi publik kerap bersifat sporadis dan kurang terlihat secara kultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana isu kesehatan mental diproduksi, diformat, dan diposisikan dalam program televisi publik Indonesia dalam kerangka teori mediatisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan teknik analisis isi kualitatif model Mayring. Data diperoleh dari program kesehatan mental di TVRI Nasional dan TVRI Daerah yang dipilih secara purposif, mencakup program nasional dan lokal dengan variasi format, segmentasi audiens, dan konteks produksi. Analisis difokuskan pada bentuk program, logika produksi, kepatuhan regulasi, serta inovasi daerah dalam relasi dengan logika mediatisasi. Temuan menunjukkan bahwa program kesehatan mental di TVRI didominasi format talkshow dengan logika keamanan dan kepatuhan regulatif yang kuat. Pada level nasional, mediatisasi cenderung bersifat akomodatif dan normatif, menghasilkan kehadiran simbolik tanpa visibilitas kultural (symbolic presence-without cultural visibility) yang luas. Sebaliknya, TVRI daerah memperlihatkan praktik mediatisasi mikro yang lebih adaptif melalui inovasi digital, pendekatan lokal, dan format partisipatif, meskipun masih terfragmentasi. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa mediatisasi dalam televisi publik tidak hanya terjadi lintas media, tetapi juga secara internal dalam organisasi media publik. Kata-kata Kunci: televisi publik; kesehatan mental; mediatisasi; TVRI; analisis isi kualitatif