ABSTRAK Perkembangan media sosial telah mengubah cara Generasi Z membangun identitas diri dan reputasi personal di ruang digital. Komunikasi visual, yaitu penggunaan elemen visual seperti warna, tipografi, komposisi, dan gaya tampilan sebagai media penyampaian pesan, kini menjadi elemen strategis dalam menciptakan personal branding yang konsisten, autentik, dan kredibel. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategi komunikasi visual dalam membangun personal branding Generasi Z di media sosial dengan meninjau bagaimana mereka mengelola impresi, menerapkan keterampilan komunikasi digital, serta mengekspresikan diri secara autentik dalam menciptakan citra personal yang positif. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap delapan informan Generasi Z yang aktif di Instagram dan TikTok, serta analisis konten visual terhadap unggahan media sosial mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi visual berperan signifikan dalam membentuk persepsi publik melalui konsistensi warna, tone (suasana visual secara keseluruhan), dan gaya visual untuk menampilkan citra profesional dan menarik. Keterampilan komunikasi digital, khususnya storytelling, penulisan caption persuasif, dan interaksi aktif dengan audiens, memperkuat efektivitas personal branding. Pengalaman ekspresi diri yang autentik menjadi dasar kepercayaan dan kedekatan emosional dengan pengikut sehingga meningkatkan reputasi dan daya saing profesional di dunia kerja digital. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi visual bukan sekadar aspek estetika, tetapi juga alat strategis dalam membangun citra diri dan kepercayaan publik di era digital serta menekankan pentingnya literasi digital bagi Generasi Z agar dapat menciptakan personal branding yang etis, konsisten, dan relevan dengan perkembangan media sosial modern. Kata-kata Kunci: komunikasi visual; personal branding; Generasi Z; media sosial; strategi digital