UMKM Pusat Oleh-Oleh Bendul Purwakarta sebagai sentra penjualan peuyeum khas daerah menghadapi tantangan dalam mempertahankan eksistensi dan menarik minat beli konsumen akibat lemahnya strategi pemasaran dan perubahan perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi bauran pemasaran 7P dan perilaku konsumen serta pengaruhnya terhadap keputusan pembelian tape singkong (peuyeum). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik accidental sampling terhadap 100 responden yang ditentukan berdasarkan rumus Lemeshow. Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,60. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa bauran pemasaran 7P dan perilaku konsumen berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai F sebesar 18,870 dan p < 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,702 mengindikasikan bahwa 70,2% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh model penelitian. Secara parsial, variabel produk, harga, orang, proses, serta faktor sosial, pribadi, dan psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sementara variabel tempat, promosi, bukti fisik, dan budaya tidak berpengaruh signifikan. Koefisien negatif pada variabel produk, harga, dan proses menunjukkan adanya hubungan terbalik dalam konteks analisis simultan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi strategi pemasaran dan pemahaman perilaku konsumen dalam meningkatkan keputusan pembelian pada UMKM pangan tradisional.