Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif, pendidikan sangat penting untuk pembangunan bangsa. Namun, fenomena globalisasi, yang ditandai dengan peningkatan kemajuan teknologi, kebutuhan untuk bersaing, dan tingkat pertukaran budaya yang meningkat di abad ke-21, telah menimbulkan tantangan baru bagi sistem pendidikan, terutama di tingkat lokal. Artikel ini bertujuan untuk mempelajari peran penting pendidikan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan bagaimana hal itu berdampak pada pencapaian SDG ke-4, yang menekankan pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas. Fokus penelitian ini adalah pendidikan di Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melihat literatur dan menganalisis dokumen kebijakan pendidikan, laporan Badan Pusat Statistik, dan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dari tahun 2018 hingga 2024. Penelitian menunjukkan bahwa globalisasi melalui digitalisasi pembelajaran dan kolaborasi dengan sektor bisnis dan industry memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran. Namun, globalisasi juga membawa tantangan, seperti kesenjangan digital, perbedaan kualitas pendidikan antar daerah, dan ancaman terhadap nilai-nilai budaya lokal. Melalui pendekatan pembelajaran berfokus pada peserta didik, penguatan pendidikan karakter, dan penerapan Kurikulum Merdeka, dasar pedagogik berfungsi sebagai fondasi konseptual dan penyaring nilai untuk menghubungkan tuntutan global dengan konteks lokal. Untuk mendukung pencapaian SDGs 4 secara berkelanjutan di tingkat lokal, pendekatan utama adalah meningkatkan dasar pedagogic.