Penelitian ini menyelidiki kesulitan belajar dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 2 Wanamekar, dengan fokus pada tantangan membaca yang dihadapi siswa. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, memanfaatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari guru dan siswa. Temuan menunjukkan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan membaca karena faktor-faktor seperti daya ingat yang buruk, kesulitan mengeja, kesulitan mengucapkan huruf, dan ketidakfamiliaran dengan alfabet. Kesulitan-kesulitan ini disebabkan oleh faktor internal (misalnya, kurang konsentrasi, pengetahuan sebelumnya yang terbatas) dan faktor eksternal (misalnya, kurangnya dukungan orang tua, dampak pembelajaran daring). Penelitian ini juga mengeksplorasi strategi literasi yang digunakan oleh guru PAI untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, termasuk program "Tur ke Perpustakaan", mendorong membaca sebelum pelajaran, dan menciptakan pojok baca di kelas. Studi ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung upaya literasi, seperti kepercayaan orang tua dan bimbingan aktif guru, serta faktor-faktor penghambat seperti kurangnya motivasi siswa dan pengaruh negatif dari lingkungan, termasuk bermain game secara berlebihan. Terakhir, penelitian ini menyoroti upaya yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan literasi, seperti membiasakan membaca sebelum belajar, mengadakan kegiatan apresiasi, dan memberikan tugas literasi di luar kelas. Studi ini menyimpulkan dengan menekankan pentingnya strategi komprehensif yang melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan sekolah untuk secara efektif mengatasi kesulitan membaca dan menumbuhkan budaya literasi dalam pendidikan PAI