Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GORGA ISTANA SISINGAMANGARAJA SEBAGAI DASAR PENCIPTAAN BATIK PADA BUSANA CASUAL REMAJA LAKI-LAKI Atika Melani Sinambela; Misgiya Misgiya
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan merealisasikan motif gorga Batak Toba yang ada pada bangunan istana Sisingamangaraja dalam karya batik tulis dalam busana Casual Remaja Laki-laki. Motif gorga yang ada di Istana Sisingamangaraja dipilih karena keindahan dan makna mendalam dari motif gorga , serta Penulis ingin mengenalkan motif gorga dalam busana batik yang bisa digunakan kalangan remaja. Beberapa motif yang telah dipilih yaitu Gorga Dalihan natolu , Gorga Adop-adop, Gorga Boras pati, Gorga Simeol-eol, Gorga Simata ni ari, Simbol stempel keluarga Sisingamangaraja, Gorga Desa na ualu, Gorga Singa-singa, Gorga Gaja dompak, Gorga Jenggar, Gorga simata ni ari, Gorga Ipon-ipon. Teknik yang digunakan yaitu teknik batik tulis yang menggunakan canting. Proses penciptaan batik dilakukan digaleri seni rupa, Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode dari sp. Gustami yang mencakup 3 tahapan yaitu tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Pada tahap pembuatan batik dilakukan dari proses pembuatan pola batik diatas kain mori, kemudian tahap memcanting menggunakan lilin/malam sesuai dengan pola yang telah dibuat kemudian proses pewarnaan menggunakan bahan pewarna remasol. Penciptaan batik ini dibuat dengan teknik batik tulis untuk mewujudkan 12 karya seni batik tulis. Karya batik tulis ini diwujudkan dengan ukuran yang sama dan warna dasar yang sama tetapi memiliki makna berbeda sesuai dengan motif gorga yang dibuat sebagai motif batik diantaranya yaitu “Secret Balance”, “Legacy Traces,Spirits of Batak,Nobel Threads, Echoes of Heritage,The Three Bonds ,Strength inUnity, “Roots of Batak, “Warmth of Batak,”The Spirit of Gorga,” Traditon meets Youth, dan “Spirit of Toba”. Ke-12 karya batik ini di rancang dan diwujudkan sebagai karya batik pada busana casual remaja laki-laki yang bisa digunakan oleh kalangan remaja.