Seleksi beasiswa di perguruan tinggi sering terdistorsi oleh subjektivitas, penerapan kriteria yang tidak konsisten, dan rendahnya transparansi ketika penilaian dilakukan manual atau berbasis spreadsheet. Penelitian ini mengembangkan dan memvalidasi sistem pendukung keputusan yang memadukan Analytical Hierarchy Process untuk pembobotan kriteria dengan penilaian berbasis rubrik untuk menilai pelamar, disertai fitur explainability dan fairness auditing. Sistem menampilkan kontribusi skor per kriteria, menghasilkan justifikasi naratif deterministik yang diturunkan dari level rubrik dan bobot, serta merangkum dampak kelompok melalui dashboard audit. Artefak dirancang, diimplementasikan, dan dievaluasi menggunakan Design Science Research Methodology pada uji coba sandbox menggunakan 100 pelamar sintetis dalam tiga konfigurasi kebijakan. Pada kebijakan dasar, skor ternormalisasi berada pada rentang 0.48-0.93 dengan rata-rata 0.774, dan pelamar terkelompok menjadi 64 direkomendasikan, 34 borderline, dan 2 tidak direkomendasikan. Dibandingkan dengan keputusan referensi pakar, sistem menunjukkan kesepakatan tinggi (akurasi 0.96; presisi 0.953; recall 0.983; F1-score 0.96) serta keselarasan peringkat kuat (Spearman 0.97; Kendall 0.86). Audit keadilan berdasarkan kelompok semester mengindikasikan disparitas pada kebijakan dasar, dengan tingkat direkomendasikan 0% untuk semester 1-2, 52% untuk semester 3-4, dan 96% untuk semester 5-8. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan hibrida meningkatkan konsistensi dan transparansi penilaian sekaligus menyediakan bukti untuk meninjau pertukaran antara prestasi, kebutuhan, dan dampak kelompok, dengan keputusan akhir tetap berada pada komite.