Penelitian ini dilakukan untuk menggali ajaran akidah Islam dalam menghadapi tantangan radikalisme keagamaan di era modern. Akidah sebagai inti keyakinan seorang Muslim memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang, sikap, dan perilaku yang moderat, toleran, serta selaras dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri literatur-literatur keislaman, baik jurnal ilmiah, dan dokumen resmi yang membahas hubungan antara akidah dan deradikalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akidah Islam yang diajarkan secara moderat dapat menjadi benteng ideologis terhadap pengaruh radikalisme, dengan menekankan nilai-nilai tauhid, keadilan, kasih sayang, dan keseimbangan. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal pendekatan empiris karena tidak melibatkan data lapangan atau wawancara langsung dengan tokoh agama maupun pelaku pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan kepada pihak-pihak berwenang, seperti Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, lembaga dakwah, serta para ulama dan pendidik, agar lebih mengintegrasikan nilai-nilai akidah moderat dalam kurikulum, pelatihan guru, dan kegiatan keagamaan, baik di dunia nyata maupun dalam ruang digital. Sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat ketahanan akidah umat dan mencegah penyebaran ideologi radikal, demi terciptanya masyarakat yang damai, inklusif, dan religius.This study aims to examine the role of Islamic creed (ʿaqidah) in addressing the challenges of religious radicalism in the modern era. As the foundation of a Muslim’s faith, ʿaqīdah plays a strategic role in shaping a moderate, tolerant, and compassionate mindset aligned with the principle of rahmatan lil ‘alamin (mercy to all creation). Using a library research method, this study explores scholarly journals and official documents that discuss the relationship between creed and deradicalization. The findings reveal that a properly taught and contextualized Islamic creed can serve as a strong ideological shield against radical influences by emphasizing core values such as monotheism, justice, mercy, and balance. However, the study is limited by its lack of empirical data, such as fieldwork or interviews with religious leaders and educators. Therefore, the study recommends that relevant stakeholders, such as the Ministry of Religious Affairs, Ministry of Education, Islamic educational institutions, and religious scholars, integrate moderate Islamic teachings into curricula, teacher training, and digital religious discourse. A multi-sectoral synergy is essential to strengthen the religious resilience of the Muslim community and prevent the spread of extremist ideologies, thereby fostering a peaceful, inclusive, and religiously harmonious society