Berpikir logis merupakan salah satu kemampuan berpikir yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran IPA terutama dalam memahami isu sosial. Sehingga diperlukan upaya guru IPA dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami isu sosiosaintifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: kemampuan berpikir logis siswa SMP/MTs di Ponorogo dalam memahami isu sosiosaintifik; upaya guru IPA SMP/MTs di Ponorogo dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami isu sosiosaintifik; faktor pendukung dan penghambat guru IPA SMP/MTs di Ponorogo dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami isu sosiosaintifik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan tes. Penelitian ini dilakukan di SMPN 4 Ponorogo, SMPN 1 Babadan, SMP Ma’arif 5 Ponorogo, MTsN 3 Ponorogo, dan MTs Ma’arif Klego. Data hasil penelitian dianalisis dengan model analisis Miler, Huberman, dan Saldana yaitu kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah: kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami isu sosiosaintifik tinggi dengan nilai 6,6; Upaya guru IPA dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa memahami isu sosiosaintifik beragam, seperti menggunakan model PBL, CTL, metode tanya jawab, diskusi kelompok: penggunaan powerpoint, video, gambar, serta LKPD berbasis sosiosaintifik; Terdapat 2 faktor pendukung guru IPA dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa memahami isu sosiosaintifik yaitu sumber belajar yang beragam, dan isu sosiosaintifik bersifat umum. Penghambatnya adalah kemampuan berpikir berbeda-beda, kurangnya motivasi belajar, dan kurang lengkapnya sarpras.