Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Anggaran Belanja Pemerintah (XBG) terhadap pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berperspektif Islam atau Islamic Human Development Index (IHDI) berbasis Maqashid Syariah dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), World Bank (WB), dan BAZNAS selama periode 2014–2023, penelitian ini menguji sebelas model regresi linear sederhana (OLS) untuk menilai pengaruh XBG terhadap setiap indikator IHDI yang merepresentasikan lima dimensi maslahah, yaitu ad-din (agama), an-nafs (jiwa), al-aql (intelektualitas), an-nasl (keturunan), dan al-mal (harta). Setiap variabel maslahah dikonstruksi berdasarkan kerangka teori pembangunan manusia dengan perspektif Maqashid Syariah. Hasil analisis menggunakan EViews 12, setelah melalui uji asumsi klasik, menunjukkan bahwa XBG berpengaruh signifikan terhadap lima variabel, yaitu: (1) tingkat kelahiran, (2) Gini Ratio, (3) GDP per kapita, (4) angka partisipasi sekolah, dan (5) tingkat kriminalitas. Namun, XBG tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap empat variabel lainnya, yaitu: (1) indeks persepsi korupsi, (2) tingkat pengangguran, (3) tingkat kemiskinan, dan (4) tingkat pengumpulan zakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas belanja pemerintah lebih terlihat pada dimensi pembangunan yang memerlukan intervensi langsung negara, sementara pada aspek-aspek yang bersifat kompleks seperti korupsi, ketenagakerjaan, dan keagamaan, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan multidimensional.