Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kepuasan Pernikahan dan Self-Esteem pada Sikap Terhadap Perselingkuhan Dewasa Awal yang Bekerja: Penelitian Izdihar Afra; Raras Sutatminingsih; Rodiatul Hasanah Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4012

Abstract

Infidelity is a common phenomenon in marriage and is now occurring frequently in workplace settings. This study aims to examine the effect of marital satisfaction and self-esteem on attitudes toward infidelity among working early adults. A quantitative approach with a causal associative research design was used. The respondents were 350 early adults aged 20–40 years. Data collection instruments included adapted versions of the Attitude towards Infidelity Scale (ATIS), the ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMSS), and the Rosenberg Self- Esteem Scale (RSES). Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that marital satisfaction and self-esteem simultaneously had a significant effect on attitudes toward infidelity (p = 0.001) with a 19.7% contribution. Partially, marital satisfaction had a significant negative effect on attitudes toward infidelity (t = –0.239, p = 0.000), and self-esteem also had a significant negative effect (t = –0.330, p = 0.000). These findings indicate that both marital satisfaction and self-esteem serve as protective factors for attitudes toward infidelity.
Emosi Positif dalam Pengasuhan: Pengaruh Rasa Syukur terhadap Mindful Parenting pada Ibu yang Memiliki Anak Down Syndrome: Penelitian Shufia Al-Humaira; Raras Sutatminingsih; Rodiatul Hasanah Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasa syukur terhadap mindful parenting pada ibu yang memiliki anak down syndrome. Desain penelitian dalam studi ini adalah kuantitatif non-eksperimental dengan tipe eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 111 ibu yang memiliki anak dengan down syndrome di kota Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu, kemudian diperluas melalui snowball sampling untuk menjangkau lebih banyak ibu yang memiliki anak down syndrome di kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur berpengaruh positif dan signifikan terhadap mindful parenting (R = 0.340; R² = 0.116; F = 14.289; p < 0.001). Rasa syukur berkontribusi sebesar 11.6% dalam menjelaskan variasi mindful parenting, sementara 88.4% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan nilai coefficients, rasa syukur secara signifikan memprediksi mindful parenting (β = 0.340, t = 3.780, p < 0.001), dengan nilai B = 0.141 yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan rasa syukur meningkatkan mindful parenting sebesar 0.141 satuan. Temuan ini menegaskan pentingnya emosi positif sebagai fondasi bagi praktik pengasuhan sadar, terutama dalam konteks pengasuhan anak down syndrome.
Pengaruh Self-Esteem terhadap Subjective Well-Being pada Wanita yang Bercerai : Penelitian Afifah Risnafitri; Raras Sutatminingsih; Rodiatul Hasanah Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-esteem terhadap subjective well-being pada wanita bercerai. Desain penelitian dalam studi ini adalah kuantitatif non-eksperimental dengan tipe eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 387 wanita bercerai di Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem berpengaruh positif dan signifikan terhadap subjective well-being (R = 0.504; R² = 0.254; F = 184.04; p < 0.05). Self-esteem berkontribusi sebesar 25.4% dalam menjelaskan subjective well-being. Sementara 74.6% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan nilai coef icients, self-esteem secara signifikan memprediksi subjective well-being (β = 0.874, t = 8.669, p < 0.05), dengan nilai B = 0.874 yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan self-esteem meningkatkan subjective well-being sebesar 0.236 satuan. Temuan ini menegaskan pentingnya self-esteem sebagai fondasi bagi peningkatan subjective well-being pada wanita bercerai.