Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepribadian Tokoh dalam Novel Almond Karya Sohn W On- Pyung dan Katarsis Karya Anastasia Aemalia : Kajian Psikologi Sigmund Freud: Penelitian Kadir, Herson; Mantu, Chairunnisa; Mokodompit, Rahmawati; K. Talib, Karsum; Mokodongan, Shelvira; Anastasya Lanti, Amelia; Putriani Paputungan, Erina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dua novel, yaitu Almond karya Sohn W on- Pyung dan Katarsis karya Anastasia, menggunakan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud, khususnya aspek Id, Ego, dan Superego. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan kajian sastra bandingan, yang dilakukan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode baca dan catat, di mana kutipan-kutipan yang relevan dengan konflik batin tokoh dikumpulkan dan dianalisis untuk memahami interaksi antara dorongan bawah sadar, kesadaran diri, dan kontrol moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua novel menampilkan dinamika psikologis yang sejalan dengan teori Freud, meskipun konteks dan karakter berbeda. Dalam Katarsis, tokoh utama Tara menunjukkan dominasi Id melalui perilaku dingin dan mati rasa emosional, terutama saat membunuh sepupunya tanpa penyesalan, menandakan minimnya kontrol dari Ego dan Superego. Sementara itu, dalam Almond, tokoh utama mengalami kelainan afasia emosional yang membuatnya tidak mampu merasakan emosi, sehingga menampilkan ketidakseimbangan antara Id, Ego, dan Superego. Analisis kutipan menunjukkan bagaimana Ego berperan dalam mengatur tindakan dan menyeimbangkan dorongan Id dengan realitas, sedangkan Superego memengaruhi kesadaran moral dan evaluasi nilai sosial tokoh. Penelitian ini memperlihatkan bahwa teori psikoanalisis Freud efektif digunakan untuk memahami konflik internal, perkembangan karakter, dan pengaruh konteks sosial serta budaya dalam membentuk perilaku tokoh. Temuan ini juga memberikan wawasan tentang perbedaan ekspresi emosional dan trauma psikologis dalam latar budaya yang berbeda, serta memperkaya pemahaman tentang hubungan antara psikologi individu dan sastra.