Penguatan peran mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih dan peduli lingkungan terbukti efektif dalam membangun budaya peduli lingkungan secara nyata. Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang aktif melalui berbagai kegiatan partisipatif, seperti gotong royong membersihkan halaman dan saluran air, menanam dan merawat tanaman konsumsi serta tanaman hias, serta mengelola sampah secara bertanggung jawab. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community DevelopmentĀ (ABCD), yang menekankan pemanfaatan aset lokal dan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan staf kampus, sehingga tercipta kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan, kelestarian, dan keindahan lingkungan kampus. Selain dampak isik berupa lingkungan yang lebih rapi dan sehat, program ini juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mahasiswa terhadap pengelolaan lingkungan. Aktivitas edukatif, praktik langsung, dan kampanye kesadaran lingkungan membangun nilai gotong royong, tanggung jawab, dan solidaritas sosial. Sinergi antara mahasiswa, pihak kampus, dan komunitas lokal memperkuat keberlanjutan program dan menjadi model pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi. Dengan demikian, penguatan peran mahasiswa tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan kampus, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang peduli, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan keberlanjutan di masa depan.