Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan tarif air dan penyertaan modal terhadap kinerja keuangan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Sulawesi. Perusahaan daerah ini memiliki peran yang sangat penting dalam penyediaan air bersih kepada masyarakat, namun sering menghadapi tantangan dalam mencapai keberlanjutan finansial yang optimal. Penetapan tarif air yang tidak tepat serta ketergantungan pada penyertaan modal dari pemerintah daerah menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja keuangan PDAM. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder, yang diperoleh dari laporan keuangan PDAM di wilayah Sulawesi selama periode 2021–2023. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda, dengan menguji pengaruh kebijakan tarif air (X1) dan penyertaan modal (X2) terhadap kinerja keuangan (Y) yang diukur dengan menggunakan indikator Return on Equity (ROE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tarif air berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan PDAM. Hal ini mengindikasikan bahwa tarif yang terlalu tinggi justru dapat menurunkan konsumsi air oleh pelanggan, yang pada gilirannya mempengaruhi pendapatan dan kinerja keuangan PDAM. Sementara itu, penyertaan modal dari pemerintah daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan PDAM, menunjukkan bahwa dukungan modal yang tepat dapat meningkatkan kapasitas operasional dan stabilitas keuangan perusahaan. Secara simultan, kebijakan tarif air dan penyertaan modal memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan PDAM di wilayah Sulawesi.