Peningkatan nilai kalori batubara peringkat rendah menjadi tantangan tersendiri bagi industri pertambangan saat ini. Belum banyaknya penelitian terkait peningkatan kualitas batubara ini seehingga dibutuhkan penelitian untuk mengetahui korelasi nilai total moisture terhadap nilai kalori batubara dan memberikan rekomendasi suhu dan waktu yang optimal untuk peningkatan kalori batubara. Batubara yang digunakan pada penelitian ini merupakan batubara peringkat rendah yang berada di formasi TQd. Penelitian ini menggunakan metode pirolisis dalam usaha pengingkatan nilai kalori batubara peringkat rendah. Sampel yang dilakukan pengujian sebanyak 8 sampel dengan kombinasi berdasarkan suhu yaitu 200˚C, 300˚C, 400˚C dan 500˚C dengan waktu selama 2 dan 3 jam. Sebelum dilakukan proses pengujian pirolisis, sampel dipreparasi dan discreening dengan ukuran 14 mesh. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa waktu optimal yang dipergunakan dalam proses pirolisis adalah dalam waktu 2 jam dengan suhu 500˚C, hal ini karena penurunan kadar air yang terjadi dalam waktu 2 jam tidak jauh berbeda dengan penurunan kadar air dalam waktu 3 jam. Namun, kenaikan nilai kalori pada waktu 2 jam cukup besar (dari dibandingkan peningkatan nilai kalori pada waktu 3 jam, sehingga waktu yang lebih baik dipakai dalam pengujian adalah 2 jam dengan menggunakan suhu 500˚C. ABSTRACTIncreasing the calorific value of low rank coal is a challenge for the mining industry today. Research related to improving the quality of coal is still limiter. Determination of correlation between the total moisture value and the calorific value of coal provide recommendations for the optimal temperature and time for increasing coal calories. The coal used in this research is low rank coal in the TQd formation. This research uses the pyrolysis method in an effort to increase the calorific value of low rank coal. The samples tested were 8 samples with combinations based on temperature, namely 200˚C, 300˚C, 400˚C and 500˚C with a time of 2 and 3 hours. Before the pyrolysis testing process is carried out, the sample is prepared and screened with a 14 mesh size. The optimum time of the pyrolysis process which is established in this research was 2 hours at a temperature of 500˚C. The decreasing in water content within 2 hours was slightly different from it in water content within 3 hours. However, the increasing in caloric value at 2 hours is quite large compared to the increase in caloric value at 3 hours, so the bettter time to use for pyrolysis testing is 2 hours using a temperature of 500˚C.