Abstrak: Tepuk Sakinah sebagai metode ice breaking dalam bimbingan perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi viral karena dianggap tidak relevan bagi netizen Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi Gen Z mengenai viralnya Tepuk Sakinah di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa data kepustakaan yang relevan dari jurnal dan unggahan mengenai Tepuk Sakinah di media sosial Instagram dan TikTok. Data kemudian direduksi, disajikan, dan dianalisis induktif menggunakan teori komunikasi antarbudaya untuk selanjutnya diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara pesan yang ingin disampaikan melalui Tepuk Sakinah dalam bimbingan perkawinan dan persepsi atau respon dari netizen Gen Z di media sosial Instagram dan TikTok. Penelitian ini merekomendasikan adaptasi metode bimbingan perkawinan agar sesuai dengan kebutuhan generasi muda di era kontemporer. Di sisi lain, diperlukan penelitian lanjutan khususnya kajian studi lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai persepsi netizen Gen Z terhadap metode bimbingan perkawinan yang ideal. Kata kunci: Tepuk Sakinah, Netizen, Gen Z, KUA, Bimbingan Pranikah Abstract: Tepuk Sakinah as an ice-breaking method in premarital counseling at the Office of Religious Affairs (KUA) has gone viral, as it is perceived by Gen Z netizens to be irrelevant. This study aims to explore Gen Z’s perceptions regarding the virality of Tepuk Sakinah on social media. The research employs a qualitative descriptive method. The data consist of secondary sources, including relevant literature from journals and social media posts about Tepuk Sakinah on Instagram and TikTok. The data were reduced, presented, and inductively analyzed using intercultural communication theory, from which conclusions were drawn. The findings reveal a gap between the intended message of Tepuk Sakinah in premarital counseling and the perceptions or responses of Gen Z netizens on Instagram and TikTok. This study recommends adapting premarital counseling methods to align with the needs of younger generations in the contemporary era. Furthermore, follow-up research, particularly field studies, is necessary to gain a more comprehensive understanding of Gen Z netizens’ perceptions of ideal premarital counseling methods. Keywords: Tepuk Sakinah, Netizens, Gen Z, KUA, Premarital Counseling