Pusadan, Sari Handayani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMFIGOID BULOSA LOKALISATA Pusadan, Sari Handayani
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 52 No 4 (2025): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v52i4.499

Abstract

Pendahuluan: Pemfigoid bulosa (PB) merupakan penyakit kulit vesiko-bulosa autoimun yang ditandai bula subepidermal yang berdinding tegang diatas kulit yang eritematosa. Patogenesis pemfigoid bulosa dihubungkan dengan destruksi dari komponen membran basalis ditandai dengan adanya IgG autoantibodi komponen target di membran dasar epitelial hemidesmosom. Tujuan pengobatan pemfigoid bulosa adalah mengurangi produksi autoantibodi oleh sistem imun, menurunkan pembentukan bula, menghindari infeksi, dan mempercepat penyembuhan bula dan erosi. Steroid topikal merupakan terapi utama untuk pemfigoid bulosa lokalisata. Kasus: Dilaporkan satu kasus pemfigoid bulosa lokalisata pada seorang wanita umur 42 tahun. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan histopatologi. Pasien memberikan respon yang baik dengan pengobatan klobetasol 0,05% topikal Diskusi: Gambaran klinis berupa bula berdinding tegang dengan tanda Nikolsky negatif serta temuan histopatologi berupa bula subepidermal dengan infiltrasi eosinofil mendukung diagnosis pemfigoid bulosa lokalisata. Respons klinis yang cepat terhadap klobetasol 0,05% topikal menunjukkan bahwa kortikosteroid topikal efektif sebagai terapi lini pertama pada kasus dengan lesi terbatas, sekaligus dapat meminimalkan risiko efek samping kortikosteroid sistemik. Kesimpulan: Klobetasol 0,05% topikal terbukti efektif dalam mengendalikan manifestasi klinis pemfigoid bulosa lokalisata. Penegakan diagnosis yang tepat serta pemilihan terapi topikal yang adekuat dapat memberikan hasil klinis yang optimal dan aman pada pasien dengan lesi terbatas.