Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fluktuasi harga sayuran terhadap pendapatan pedagang di Pasar Jatimulyo, Lampung Selatan, serta meninjau fenomena tersebut berdasarkan perspektif ekonomi Islam. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap informan yang terdiri dari 20 pedagang eceran dan 10 pedagang grosir. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memberikan gambaran deskriptif yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga sayuran di Pasar Jatimulyo berlangsung dinamis dan tidak seragam antar komoditas, yang secara langsung berimplikasi pada ketidakstabilan pendapatan pedagang. Pedagang eceran ditemukan sebagai kelompok yang paling terdampak dengan penurunan pendapatan mencapai 19%–27% saat harga naik, sementara pedagang grosir memiliki ketahanan lebih baik dengan penurunan hanya berkisar 9%–13%. Dalam perspektif ekonomi Islam, kondisi ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan (ghayr al-tawazun) distribusi pendapatan yang memerlukan penguatan prinsip keadilan (‘adl) dan larangan praktik yang menzalimi (lā taẓlimūna wa lā tuẓlamūn). Implikasi penelitian ini menyarankan perlunya transparansi penetapan harga dan peran aktif pemangku kebijakan dalam stabilisasi harga pasar untuk melindungi kesejahteraan pedagang kecil, serta merekomendasikan studi lebih lanjut mengenai mekanisme dukungan sosial bagi pedagang tradisional dalam menghadapi ketidakpastian pasar.