Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur biaya dan risiko keuangan terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena fluktuasi kinerja keuangan pada sektor properti yang disebabkan oleh tingginya beban biaya operasional dan risiko pendanaan eksternal pasca pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan properti yang terdaftar di BEI. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares (PLS) menggunakan perangkat lunak WarpPLS 8.0 untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan, yang berarti semakin besar proporsi biaya tetap dan biaya variabel yang ditanggung perusahaan, maka semakin rendah tingkat profitabilitas yang diperoleh. Selain itu, risiko keuangan juga berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat leverage atau ketergantungan pada utang, maka semakin menurun kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Hasil ini menegaskan pentingnya efisiensi pengelolaan biaya serta kehati-hatian dalam penggunaan sumber pendanaan eksternal untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Implikasi dari penelitian ini mendorong perusahaan untuk memperkuat sistem pengendalian biaya, mengoptimalkan struktur modal, dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko agar kinerja keuangan dapat lebih berkelanjutan.