Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTERNALISASI PANCA JIWA SANTRI DALAM MEMBANGUN BUDAYA PESANTREN BERKARAKTER Milah Aulia Rois; Wafiq Ria Rahmawati; Arina Choerunnisa; Zabrina Azalia; Wulan Yanuarti
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam peran internalisasi Panca Jiwa Pondok Pesantren—yang mencakup keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, serta kebebasan yang bertanggung jawab—dalam proses pembentukan karakter santri pada masa kontemporer. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research) terhadap dua artikel akademik yang mengulas konsep serta penerapan Panca Jiwa, khususnya di Pesantren Darul Muttaqien Parung Bogor. Teknik analisis data dilaksanakan melalui analisis isi (content analysis), yang meliputi tahapan reduksi data, presentasi data, analisis komparatif, serta penyimpulan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Panca Jiwa berperan sebagai sistem pendidikan karakter yang terstruktur dan holistik, yang diinternalisasi melalui teladan dari kiai, praktik pembiasaan, interaksi komunal, serta manajemen pesantren yang terintegrasi. Nilai-nilai ini terbukti efektif dalam membentuk santri yang bermoral tinggi, disiplin, mandiri, memiliki solidaritas sosial, serta mampu menanggapi tantangan modernitas tanpa mengorbankan identitas keislaman. Selain itu, Panca Jiwa berfungsi sebagai mekanisme penyaring moral dan modal sosial dalam menghadapi dampak globalisasi serta kemajuan teknologi. Dengan demikian, Panca Jiwa tidak hanya merepresentasikan ciri khas tradisi pesantren, tetapi juga menjadi landasan filosofis, pedagogis, dan psikologis dalam membangun ekosistem pendidikan karakter yang adaptif serta berkelanjutan. Penguatan proses internalisasi Panca Jiwa merupakan strategi krusial untuk mempertahankan keberadaan pesantren sebagai pusat pembentukan karakter bangsa yang unggul dalam aspek spiritual, intelektual, dan sosial.