Herfanda Agif Ghifarix
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dialektika Tradisi dan Inovasi pada Arah Pembaruan Pendidikan di Indonesia dalam Kajian Filosofis Intan Permatasari; Muhamad Yusma Triyundana; Herfanda Agif Ghifarix; Putri Amalia Sholiha; Abdul Khobir
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.783

Abstract

Pendidikan Indonesia berada dalam dinamika dialektika antara tradisi dan inovasi yang terus berkembang. Di satu sisi, nilai-nilai pesantren, kearifan lokal, serta pemikiran tokoh pendidikan seperti Ki Hadjar Dewantara, K.H. Ahmad Dahlan, dan Hasyim Asy’ari menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan identitas bangsa. Di sisi lain, tuntutan modernitas, transformasi digital, implementasi Kurikulum Merdeka, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan menghadirkan kebutuhan akan pembaharuan pendidikan yang adaptif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis dialektika tradisi dan inovasi dalam arah pembaharuan pendidikan Indonesia melalui kajian filosofis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan dengan analisis dialektika dan interpretasi filosofis terhadap literatur pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi tidak bersifat statis maupun bertentangan dengan inovasi, melainkan berfungsi sebagai landasan nilai yang menuntun pembaharuan pendidikan. Implementasi Kurikulum Merdeka dipahami sebagai sintesis antara filosofi pendidikan nasional dan tuntutan inovasi modern, sementara pemanfaatan kecerdasan buatan menuntut penguatan landasan etika berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembaharuan pendidikan Indonesia hanya dapat dicapai melalui integrasi seimbang antara kekuatan tradisi dan inovasi, sehingga pendidikan tetap relevan, humanis, dan berakar pada nilai budaya bangsa.