Di era digital ini, perilaku keuangan (financial behavior) mengalami transformasi signifikan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi. Banyak orang yang semakin tergantung pada berbagai platform digital untuk mengatur keuangan. Perilaku Fear of Missing Out (FOMO) yang sering kali mendorong gaya hidup konsumtif dan hedonis, semakin diperkuat dengan kehadiran sosial media yang menyediakan konten yang menonjolkan kemewahan. Dalam konteks budaya populer, khususnya fanatisme terhadap boyband NCT, media sosial memiliki peran dalam perilaku financial penggemar. Theory of Planned Behavior (TPB) yang digunakan dalam penelitian ini sangat relevan jika dikatkan dengan financial behavior yang berguna untuk memahami bagaimana faktor-faktor psikologis dan sosial mempengaruhi perilaku keuangan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh FoMO dan sosial media terhadap financial behavior NCTZen dengan fanaticism sebagai variabel yang memediasi dalam keputusan pembelian album dan merchandise. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan populasi yaitu penggemar NCT di Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria penggemar NCT, aktif di sosial media, serta pernah membeli album atau merchandise NCT dan diperoleh sampel sebanyak 154 responden. Penelitian ini menggunakan uji Structural Equation Modeling menggunakan software Smart PLS. Hasil penelitian membuktikan bahwa FOMO dan Sosial Media berpengaruh langsung terhadap Financial Behavior, FOMO dan Sosial Media berpengaruh langsung terhadap Fanaticism, dan Fanaticism dapat memediasi variabel tersebut. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat partial mediation (mediasi sebagian) antara variabel X, Y, dan Z.