Penelitian ini berfokus pada analisis perbandingan biaya dan waktupembangunan rumah dinas tipe 36 dengan menggunakan dua jenis material utama,yaitu bata merah dan batako, di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto,Samarinda. Urgensi penelitian ini adalah pentingnya efisiensi anggaran terutamauntuk ligkup di instansi seperti bandara, agar dana publik dapat dialokasikan secaraoptimal tanpa mengorbankan kualitas bangunan. Tujuan keilmuan penelitian iniadalah untuk memberikan pemahaman teknis dan ekonomis mengenai pemilihanmaterial yang berfokus pada pasangan dinding bangunan berdasarkan analisis biayadan waktu. Penelitian ini menggunakan metode harga satuan (unit price). Data primerdiperoleh dari observasi penetapan rencana pembangunan, sedangkan data sekunderterdiri dari daftar harga satuan upah dan daftar harga satuan bahan. Analisis dilakukandengan membandingkan total biaya pembangunan dari bata merah dan batakoberdasarkan volume pekerjaan, harga satuan dan bahan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan batako memberikankeunggulan dalam efisiensi pengeluaran. Total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.220,000,000.00 (dua ratus dua puluh juta rupiah), dibandingkan dengan Rp.234,150,000.00 ( dua ratus tiga puluh empat juta seratus lima puluh ribu rupiah)untuk penggunaan bata merah, menghasilkan selisih anggaran sebesar Rp.14,150,000 (empat belas juta seratus lima puluh ribu rupiah). Selain itu materialbatako juga menunjukkan hasil efisiensi waktu dengan total kebutuhan pengerjaanselama 109 hari, sedangkan material bata merah didapatkan hasil selama 110 hari.Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam pengambilan keputusanperencanaan proyek pembangunan rumah dinas pemerintah, serta dapat menjadirujukan bagi instansi lain dalam efisiensi penggunaan anggaran untukpembangunan rumah dinas. Hasilnya bermanfaat bagi perencana, pengembang, danpengambil kebijakan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berdasarkanefisiensi anggaran.