Alfaqih, M Habil
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GURU IDEAL PERSPEKTIF AL-QUR’AN MENURUT AL-MISBAH DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN SOCIETY 5.0 Alfaqih, M Habil; Fitriyani, Maulida; Halimah, Zahratun; Rohman, Taufikur
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 25 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/psg1vn58

Abstract

Kajian ini membahas kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pendidik di era society 5.0, di mana guru tidak hanya dituntut untuk menguasai teknologi tetapi juga menjunjung tinggi integritas moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep guru ideal dari perspektif Al-Qur'an melalui kajian Surah al-Kahfi (65–70) dan Surah an-Najm (1–10) sebagaimana ditafsirkan dalam Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan mengkaji relevansinya dengan pendidikan modern. Menggunakan metode riset kepustakaan dengan pendekatan kualitatif analitis, kajian ini menggunakan teknik sintesis tematik yang terdiri dari tiga tahap: pengodean awal tafsir dan literatur pendidikan, pengelompokan tematik konsep-konsep inti seperti karakter guru, nilai-nilai Al-Qur'an, dan kompetensi abad ke-21, serta integrasi temuan untuk membangun kerangka konseptual guru ideal dalam pendidikan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Misbah menekankan tiga dimensi esensial guru ideal: pengetahuan mendalam yang berakar pada wahyu ilahi, integritas moral dan kesabaran dalam mengajar, serta kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan realitas sosial. Prinsip-prinsip ini memberikan landasan filosofis untuk membangun model pendidikan humanis di era society 5.0, di mana teknologi berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan pembelajaran, alih-alih tujuan itu sendiri. Penelitian ini berkontribusi secara praktis dengan menawarkan kerangka kerja pendidikan Islam yang menggabungkan literasi spiritual dan digital. Model yang diusulkan mendorong program pelatihan guru yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dengan kompetensi teknologi, sehingga menghasilkan pendidik yang tidak hanya terampil dan adaptif tetapi juga beretika dan welas asih dalam membimbing siswa menghadapi tantangan era digital.