This study aims to examine the effect of accounting education, financial literacy, and self-control on students' financial behavior, incorporating social environment and emotional intelligence as mediating variables. The background of this research is based on the phenomenon that students who have received accounting education and formal financial knowledge do not fully exhibit rational and responsible financial behavior. Therefore, this study seeks to explain the role of social and emotional factors in bridging the relationship between knowledge, individual characteristics, and students' financial behavior. This research employs a quantitative approach with a survey method. Data were collected through the distribution of questionnaires to students and analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hypothesis testing was conducted through analysis of direct and indirect effects (bootstrapping) to assess the significance of the mediating role of social environment and emotional intelligence in the research model. The results indicate that all indirect effect paths are not statistically significant. Accounting education, financial literacy, and self-control do not appear to influence students' financial behavior through either the social environment or emotional intelligence. All t-statistic values are below 1.96, and p-values are above 0.05, indicating that both mediating variables do not serve as mediators. These findings suggest a gap between knowledge and implementation (knowledge–action gap), where increased knowledge and psychological abilities have not been fully internalized into students' financial behavior. Thus, students' financial behavior is more likely influenced by individual habits and practical experience rather than by social and emotional mechanisms. Keywords: Student Financial Behavior; Financial Literacy; Accounting Education; Self-Control; SEM-PLS Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran akuntansi, literasi keuangan dan kontrol diri terhadap perilaku keuangan mahasiswa dengan memasukkan lingkungan sosial dan kecerdasan emosional sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena bahwa mahasiswa yang telah memperoleh pembelajaran akuntansi dan pengetahuan keuangan formal belum sepenuhnya menunjukkan perilaku keuangan yang rasional dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menjelaskan peran faktor sosial dan emosional dalam menjembatani hubungan antara pengetahuan, karakter individu dan perilaku keuangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Pengujian hipotesis dilakukan melalui analisis pengaruh langsung dan tidak langsung (bootstrapping) untuk menilai signifikansi peran mediasi lingkungan sosial dan kecerdasan emosional dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jalur pengaruh tidak langsung tidak signifikan secara statistik. Pembelajaran akuntansi, literasi keuangan dan kontrol diri tidak terbukti memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa melalui lingkungan sosial maupun kecerdasan emosional. Seluruh nilai t-statistic berada di bawah 1,96 dan p-value di atas 0,05, yang menunjukkan bahwa kedua variabel mediasi tersebut tidak berperan sebagai mediator. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan implementasi (knowledge–action gap), di mana peningkatan pengetahuan dan kemampuan psikologis belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku keuangan mahasiswa. Dengan demikian, perilaku keuangan mahasiswa cenderung lebih dipengaruhi oleh kebiasaan individu dan pengalaman praktis dibandingkan oleh mekanisme sosial dan emosional. Keywords: Perilaku Keuangan Mahasiswa; Literasi Keuangan; Pembelajaran Akuntansi; Kontrol Diri; SEM-PLS