Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengurai Mata Rantai Korupsi: Analisis Hubungan Antara Locus Of Control Internal Dan Kuatnya Karakter Kebangsaan Adek Saputra; Dewi Almira Darmawan; Wika Vertiana; Juli Rogers Sitinjak; Iwan Armawan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corruption as a systemic disease requires preventive approaches that address the psychological and character roots of individuals. This study aims to analyze the relationship between internal locus of control and the strength of national character as a foundation for building individual resilience against corrupt behavior. Using a quantitative correlational approach, data were collected through an online questionnaire from 245 actively professional Indonesian adult respondents. The research instruments consisted of an internal locus of control scale (adapted from Rotter) and a national character scale measuring the internalization of values such as honesty, responsibility, and mutual cooperation. The results show a highly significant positive relationship between the two variables (r = 0.682; p < 0.01). Further regression analysis revealed that internal locus of control contributes 46.5% to the variation in the strength of national character. This finding indicates that individuals who believe they have control over their lives (internal) tend to have stronger national character. This study concludes that corruption prevention efforts require a synergistic dual strategy: not only building collective character through national values but also concurrently strengthening individual psychological capital in the form of internal locus of control through structured education and training programs, supported by the creation of a system that fosters integrity. Keywords: Corruption, Locus of Control, National Character, Corruption Prevention, Moral Psychology   Abstrak Korupsi sebagai penyakit sistemik memerlukan pendekatan pencegahan yang menyentuh akar psikologis dan karakter individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara locus of control internal dan kekuatan karakter kebangsaan sebagai fondasi pembangunan ketahanan individu terhadap perilaku koruptif. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data dikumpulkan melalui kuesioner online dari 245 responden dewasa Indonesia yang aktif secara profesional. Instrumen penelitian terdiri dari skala locus of control internal (adaptasi dari Rotter) dan skala karakter kebangsaan yang mengukur internalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kedua variabel (r = 0,682; p < 0,01). Analisis regresi lebih lanjut mengungkapkan bahwa locus of control internal berkontribusi sebesar 46,5% terhadap variasi kekuatan karakter kebangsaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa individu yang percaya diri mereka memiliki kendali atas hidupnya (internal) cenderung memiliki karakter kebangsaan yang lebih kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya pencegahan korupsi memerlukan strategi ganda yang sinergis: tidak hanya membangun karakter kolektif melalui nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga secara paralel memperkuat psychological capital individu berupa locus of control internal melalui program pendidikan dan pelatihan yang terstruktur, didukung oleh penciptaan sistem yang mendukung integritas. Kata kunci: Korupsi, Locus of Control, Karakter Kebangsaan, Pencegahan Korupsi, Psikologi Moral.