Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Tolak Radikalisme Untuk Anak Baik Cinta Damai ( Studi Kasus : Panti Asuhan Hikmah ) Emanuel Lase; Denisa Natalia Banjarnahor; Adelia Aulia Agustin; Refi Oktariani; Nala Oktaviani Ashari
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radicalism poses a serious threat to children in orphanages, who are often vulnerable to extremist propaganda. This study examines community service at the Hikmah Orphanage through a multilingual approach as a strategy for preventing radicalism. Activities included interactive counseling, multilingual folklore, and tolerance discussions tailored to the age of the foster children. Results showed a 35% reduction in radicalism vulnerability indicators post-intervention, as evidenced by pre-posttests and behavioral observations. This approach has proven effective in strengthening the foundation of religious moderation within the orphanage, offering a model for replication for similar communities. Keywords: Multilingual, Community Service, Radicalism, Radicalism Prevention, Orphanage. Abstrak Radikalisme merupakan ancaman serius bagi anak-anak di panti asuhan, yang seringkali rentan terhadap propaganda ekstrem. Penelitian ini mengkaji pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Hikmah melalui pendekatan ragam bahasa sebagai strategi pencegahan radikalisme. Kegiatan mencakup penyuluhan interaktif, cerita rakyat multibahasa, dan diskusi toleransi yang disesuaikan dengan usia anak asuh. Hasil menunjukkan penurunan 35% indikator kerentanan radikalisme pasca-intervensi, dibuktikan melalui pre-post test dan observasi perilaku. Pendekatan ini terbukti efektif memperkuat fondasi moderasi beragama di lingkungan panti asuhan, menawarkan model replikasi untuk komunitas serupa. Kata kunci: Ragam bahasa, Pengabdian masyarakat, Radikalisme, Pencegahan Radikalisme, Panti Asuhan.