Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Poligami dalam Perspektif Islam dan Praktiknya di Luar Islam: Tinjauan Maqāṣid al-Syarī‘ah Sirojudin
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses polygamy from the Islamic perspective and the practice of polygamy outside Islam using an analytical approach. The study emphasizes the relationship between the permissibility of polygamy and the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharī‘ah), particularly the preservation of lineage (ḥifẓ al-nasl), which can only be achieved through the fulfillment of strict conditions and requirements. In addition, this article elaborates on various wisdoms of polygamy, both in terms of moral protection and social welfare. The findings indicate that polygamy in Islam is not intended as a source of problems, but rather as a sharī‘ah-based solution in certain circumstances, provided that it is practiced in accordance with the fundamental objectives of Islamic law. This study is expected to provide a more complete and comprehensive understanding for the public regarding the concept of polygamy.  Keywords: Polygamy, Maqāṣid Al-Sharī‘Ah, Ḥifẓ Al-Nasl, Islamic Law, Social Welfare.  Abstrak Tulisan ini membahas poligami dalam perspektif Islam dan praktik poligami di luar Islam dengan pendekatan analitis. Kajian ini menekankan keterkaitan antara kebolehan poligami dan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl), yang hanya dapat diwujudkan melalui pemenuhan syarat dan ketentuan yang ketat. Selain itu, artikel ini menguraikan berbagai hikmah poligami, baik dari aspek perlindungan moral maupun kemaslahatan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa poligami dalam Islam tidak dimaksudkan sebagai sumber masalah, melainkan sebagai solusi syariat dalam kondisi tertentu, sepanjang dijalankan sesuai dengan tujuan dasar hukum Islam. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh dan komprehensif kepada masyarakat mengenai konsep poligami.   Kata kunci: Poligami, Maqāṣid Al-Syarī‘Ah, Ḥifẓ Al-Nasl, Hukum Islam, Kemaslahatan Sosial
KH. Ihsan Jampes sebagai Ulama Nusantara: Analisis Pemikiran Fikih tentang Kopi dan Rokok dalam Irsyād al-Ikhwān Sirojudin
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The book "Irshad al-Ikhwān li Bayān Syurb al-Qahwah wa al-Dukhān" by K.H. Ihsan Jampes of Kediri is an important work in the treasury of Islamic scholarship, examining issues of Islamic jurisprudence and socio-religious ethics contextually. This book was written in response to prevailing social practices, particularly the habit of consuming coffee and cigarettes, which gave rise to differing legal views among scholars. Through an argumentative approach based on naqli and aqli evidence, K.H. Ihsan not only outlines legal classifications—such as halal (permissible), haram (forbidden), makruh (rejected), and mubah (permissible)—but also emphasizes considerations of benefits and harms for individuals and society. The book's uniqueness lies in its discussion, which is not merely legalistic but also includes explanations of the wisdom, ethical impact, and spiritual dimensions of an action. Thus, "Irshad al-Ikhwān" serves not only as a legal reference but also as a means of fostering the moral and spiritual awareness of the community. This study aims to examine the background, characteristics of thought, and significance of the book Irshād al-Ikhwān in enriching the discourse of moderate, contextual, and relevant Islamic jurisprudence (fiqh) to the social dynamics of society. Keywords: Irshād al-Ikhwān, K.H. Ihsan Jampes, social jurisprudence, coffee and cigarettes, religious ethics. AbstrakKitab Irsyād al-Ikhwān li Bayān Syurb al-Qahwah wa al-Dukhān karya K.H. Ihsan Jampes Kediri merupakan salah satu karya penting dalam khazanah keilmuan Islam yang mengkaji persoalan fikih dan etika sosial keagamaan secara kontekstual. Kitab ini disusun sebagai respons atas praktik sosial yang berkembang di masyarakat, khususnya kebiasaan mengonsumsi kopi dan rokok, yang memunculkan perbedaan pandangan hukum di kalangan ulama. Melalui pendekatan argumentatif berbasis dalil naqli dan aqli, K.H. Ihsan tidak hanya memaparkan klasifikasi hukum—seperti halal, haram, makruh, dan mubah—tetapi juga menekankan pertimbangan maslahat dan mafsadat bagi individu dan masyarakat. Keistimewaan kitab ini terletak pada corak pembahasannya yang tidak semata-mata legalistik, melainkan disertai penjelasan hikmah, dampak etis, serta dimensi spiritual dari suatu perbuatan. Dengan demikian, Irshād al-Ikhwān tidak hanya berfungsi sebagai rujukan hukum, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kesadaran moral dan spiritual umat. Kajian ini bertujuan untuk menelaah latar belakang penulisan, karakteristik pemikiran, serta signifikansi kitab Irshād al-Ikhwān dalam memperkaya wacana fikih yang moderat, kontekstual, dan relevan dengan dinamika sosial masyarakat. Kata kunci: Irshād al-Ikhwān, K.H. Ihsan Jampes, fikih sosial, kopi dan rokok, etika keagamaan.