Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengenal Lebih Dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia Sebagai Identitas Nasional Muhammad Yusuf Ammar; Dwinarti Marbun
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3452

Abstract

Bahasa mempunyai bagian penting pada bagian hidup manusia sebagai sarana utama untuk berkomunikasi, menjalin interaksi sosial, serta membentuk kebudayaan. Di Indonesia, Bahasa Indonesia memiliki tempat strategis karena berfungsi menjadi bahasa nasional sekaligus bahasa resmi nusantara. Keberadaan Bahasa Indonesia tidak hanya mempermudah komunikasi antarwarga yang berasal dari suku, budaya, dan bahasa daerah yang berbeda-beda, tetapi juga menjelma sebagai perekat yang memperkuat persatuan bangsa. Perkembangan Bahasa Indonesia tidak terbuat secara instan, tetapi melewati proses sejarah panjang, yang berawal dari bahasa Melayu sebagai bahasa pergaulan di Nusantara. Momentum Sumpah Pemuda tahun 1928 menjadi titik penting pada pengakuan Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan, sehingga diperkuat dalam hukum melalui UU Dasar 45. Setelah kemerdekaan, Bahasa Indonesia terus mengalami pembakuan dan pengembangan sehingga mampu menjalankan fungsinya dalam pemerintahan, pendidikan, serta pengembangan ilmu pengetahuan serta kebudayaan. maka, Bahasa Indonesia mempunyai tempat yang sangat penting dalam membangun identitas nasional dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah dinamika dan tantangan global.
Kearifan Lokal Masyarakat Suku Bugis di Daerah Karangantu Provinsi Banten Armida Armida; Dwinarti Marbun; Ervina Rahayu; Muhammad Yusuf Ammar; Najwa Bening Putri; Nayla Anwar Putri; Stevana Ruthia Simbolon; Tuki Pranata
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 3 No. 1 (2025): Maret: GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v3i1.4643

Abstract

This research examines the local wisdom of the Bugis tribal community in Karangantu, Banten Province, focusing on four main aspects: monetary panai, mapasili traditions, mattampung, and traditional houses. The research method used is qualitative and based on observations and in-depth interviews with local community members. Research findings show that panai money functions as a symbol of the husband's respect and responsibility towards the married woman, as well as a reflection of the family's social status. The mapasili tradition, performed three days after death, aims to purify the house and clothes of the deceased as a sign of respect towards the ancestors. In addition, the mattampung tradition reflects strong social and cultural values within the community, while the traditional Bugis house in Karangantu is also a symbol of cultural identity that needs to be preserved. This research shows that despite the influence of modernization, the Bugis people still maintain these traditions as an integral part of their identity that must be preserved for future generations. These findings shed light on how local wisdom can adapt and survive in changing times.