Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksploitasi Seksualitas Perempuan Dalam Film : Analisis Semiotika Eksploitasi Seksualitas Tokoh “Srintil” dalam Film Sang Penari Dzakiyah, Annisa Nur; Syahrevi , Ihsan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3864

Abstract

Penelitian ini mengambil judul "Eksploitasi Seksualitas Perempuan dalam Film (Analisis Semiotika Eksploitasi Seksualitas Tokoh "Srintil" dalam Film Sang Penari)". Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna eksploitasi seksualitas perempuan dalam film Sang Penari. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotik, khususnya analisis Roland Barthes. Sedangkan untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi isi film dan juga studi literatur yang berkaitan dengan eksploitasi seksualitas perempuan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah film Sang Penari merupakan film yang menggambarkan perjalanan hidup seorang perempuan untuk menjadi ronggeng seutuhnya. Pemaknaan terhadap eksploitasi seksualitas perempuan, khususnya Srintil sebagai tokoh utama dalam film Sang Penari dilakukan dengan dua cara yaitu pemaknaan secara denotasi dan pemaknaan secara konotasi. Secara denotasi eksplotasi seksualitas dalam film Sang Penari menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi melalui gambaran adegan yang ditampilkan, angle, bahasa verbal yang digunakan dan juga busana yang dikenakan tokoh utama. Sedangkan secara konotasi, adegan, angle, bahasa verbal dan busana yang dikenakan tokoh utama menghadirkan makna mengenai eksploitasi seksual yang diterima tokoh utama perempuan secara tersirat. Eksploitasi seksual yang diterima tokoh utama terjadi secara fisik dan nonfisik. Secara fisik, film Sang Penari memperlihatkan bagian tubuh Srintil, ekspresi, dan gesture. Sedangkan secara nonfisik diperlihatkan perasaan tertekan yang dialami Srintil karena harus melayani nafsu birahi laki-laki. Dalam film tersebut juga hadir mitos sebagai produk budaya yang tersebar dari mulut ke mulut dan juga menjadi alasan untuk hadirnya eksploitasi seksual tokoh Srintil karena berbagai prosesi yang harus dijalani tokoh utama tersebut berasal dari mitos yang tumbuh di masyarakat.