p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal e-CliniC
Tangel, Stephanus J. C.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Perbandingan Luaran Open Surgical Repair dan Endovascular Aneurysm Repair pada Pasien Aneurisma Aorta Abdominalis di Asia Aritonang, Ochta C.; Tangel, Stephanus J. C.; Lengkong, Andriessanto C.
e-CliniC Vol. 14 No. 1 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i1.65774

Abstract

Abstract: Abdominal aortic aneurysm (AAA) is a pathological dilation of the aorta that carries a risk of rupture and high mortality. Two methods of AAA management are Open Surgical Repair (OSR) and Endovascular Aneurysm Repair (EVAR). However, comparative data on the outcomes of these two methods in Asia is still limited. This study aimed to analyze the comparison of OSR and EVAR outcomes in AAA patients in Asia, including length of hospital stay, mortality, complications, and reintervention. This was a systematic review study using articles searched in the Epistemonikos, PubMed, Sage Journals, and ScienceDirect databases. The results obtained a total of 18 articles that met the inclusion and exclusion criteria based on the PICOS framework were obtained. The analysis was performed descriptively on postoperative outcome data. EVAR showed a significantly shorter length of hospital stay compared to OSR, but was accompanied by higher rates of reintervention and long-term complications, such as endoleak. Conversely, OSR was superior in terms of long-term durability and stability. The 30-day mortality rates showed inconsistent and statistically insignificant results. In conclusion, EVAR provides better short-term outcomes, while OSR is more reliable for the long term. The choice of method should consider the patient's condition. Keywords: abdominal aortic aneurysm; Open Surgical Repair; Endovascular Aneurysm Repair   Abstrak: Aneurisma aorta abdominalis (AAA) merupakan dilatasi patologis aorta yang berisiko ruptur dan menimbulkan mortalitas tinggi. Terdapat dua metode dalam penatalaksanaan AAA yaitu Open Surgical Repair (OSR) dan Endovascular Aneurysm Repair (EVAR), namun, data perbandingan luaran keduanya di Asia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan luaran OSR dan EVAR pada pasien AAA di Asia yang meliputi lama rawat inap, mortalitas, komplikasi, dan reintervensi. Jenis penelitian ialah systematic review dari artikel-artikel yang ditelusuri pada basis data Epistemonikos, PubMed,  Sage Journals, dan ScienceDirect. Didapatkan sebanyak 18 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berbasis PICOS framework. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap data luaran pascaoperatif. EVAR menunjukkan lama rawat inap yang lebih singkat secara bermakna dibandingkan OSR, namun disertai angka reintervensi dan komplikasi jangka panjang, seperti endoleak, yang lebih tinggi. Sebaliknya, OSR unggul dalam durabilitas dan stabilitas jangka panjang. Tingkat 30-day mortality menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan tidak bermakna secara statistik. Simpulan penelitian ini ialah EVAR memberikan hasil jangka pendek lebih baik, sedangkan OSR lebih andal untuk jangka panjang. Pemilihan metode perlu mempertimbangkan kondisi pasien. Kata kunci: aneurisma aorta abdominalis; Open Surgical Repair; Endovascular Aneurysm Repair
Profil Kasus Benda Asing Saluran Cerna di Bagian Bedah Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2021 – Juli 2025 Anggraeni, Avanti H.; Lampus, Harsali F.; Tangel, Stephanus J. C.
e-CliniC Vol. 14 No. 1 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i1.65844

Abstract

Abstract: Pediatric foreign body ingestion is not an uncommon case, approximately 10%–20% require endoscopy, and 1% require surgery. This study aimed to describe the profile of gastrointestinal foreign body cases in the Pediatric Surgery Department of Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital, Manado. This was a descriptive cross-sectional retrospective study using electronic medical records of pediatric gastrointestinal foreign bodies. The results showed that among 42 included data, most cases were found in the school-age group (57.2%) and among males (54.8%). Most cases were symptomatic (64.3%) and had no comorbidities or complicating diseases (81.0%). All patients received X-ray examinations (100.0%). Most foreign bodies had a duration of ≤1 day (73.8%) in the gastrointestinal tract, blunt characteristic (42.9%), and 2-5 cm in size (78.6%). Foreign bodies were initially identified most often in the colon (35.7%). The majority of cases had no complications (76.2%). The most common management was endoscopy (61.9%), with the majority of foreign bodies found and successfully extracted (69.2%). Keywords: foreign body; location in gastrointestinal tract; pediatric surgery   Abstrak: Tertelannya benda asing pada anak merupakan kasus yang tidak jarang dijumpai, yaitu sekitar 10%–20% kasus memerlukan tindakan endoskopi, dan 1% memerlukan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kasus benda asing saluran cerna di Bagian Bedah Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis pasien anak dengan diagnosis benda asing saluran cerna. Hasil penelitian menunjukkan dari 42 pasien yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan total sampling, mayoritas berusia sekolah (57,2%) dan berjenis kelamin laki-laki (54,8%). Sebagian besar pasien simtomatik (64,3%) dan seluruhnya menjalani pemeriksaan X-ray (100%). Tidak ditemukan penyakit penyerta pada 81% kasus. Benda asing umumnya berdurasi ≤1 hari (73,8%), bersifat tumpul (42,9%), berukuran 2–5 cm (78,6%), dan paling sering ditemukan di kolon (35,7%). Sebagian besar kasus tidak mengalami komplikasi (76,2%). Tatalaksana terbanyak berupa endoskopi (61,9%) dengan keberhasilan ekstraksi yang tinggi (69,2%). Kata kunci: benda asing; lokasi di saluran cerna; bedah anak