Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGAYAAN PAKAN DENGAN KOMBINASI MINYAK LIMBAH IKAN PATIN DAN MINYAK CUMI-CUMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN LARVA IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) Ramadhan, Zulfahmy; Aryani, Netti; Nuraini, Nuraini
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 3 (2025): September (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.3.2025.287-305

Abstract

Pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan baung (Hemibagrus nemurus) pada stadia larva tidak menentu yang disebabkan oleh rendahnya kualitas pakan yang tersedia. Salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pakan larva adalah melalui pengayaan pakan fermentasi dengan minyak yang berasal dari ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi terbaik antara minyak limbah ikan patin dan minyak cumi-cumi dalam pakan fermentasi guna meningkatkan performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan baung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: P1 (Tubifex sp.), P2 (pakan fermentasi + 12% minyak limbah ikan patin), P3 (pakan fermentasi + 12% minyak cumi-cumi), P4 (Pakan fermentasi + minyak limbah ikan patin +  minyak cumi-cumi 1:1 (10 g minyak limbah ikan patin + 10 g minyak cumi-cumi) dosis 12%), P5 (Pakan fermentasi + minyak limbah ikan patin + minyak cumi-cumi 1:2 (10 g minyak limbah ikan patin + 20 g minyak cumi-cumi) dosis 12%), dan P6 (Pakan fermentasi  + minyak limbah ikan patin + minyak cumi-cumi 1:3 (10 g minyak limbah ikan patin + 30 g minyak cumi-cumi) dosis 12%). Larva dipelihara selama 40 hari dengan kepadatan 5 ekor L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengayaan pakan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan tingkat kelangsungan hidup. Performa terbaik diperoleh pada kombinasi 1:3, yang menghasilkan bobot mutlak sebesar 0,80 g, panjang mutlak 3,45 cm, LPS sebesar 14,07%/hari, dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 75,11%. Larva menunjukkan perilaku makan yang aktif dengan sisa pakan yang minimal.The growth and survival rate of the Asian redtail catfish (Hemibagrus nemurus) during larval stage are inconsistent due to low quality of available diets. One of the options to improve the larval diets is through enriching fermented fish with fish-derived oils. This study aimed to determine the optimal combination of pangasius waste oil and squid oil in fermented feed to improve larval growth performance and survival. A Completely Randomized Design (CRD) with six treatments and three replications was applied: P1 (Tubifex sp.), P2 (fermented feed + 12% pangasius waste oil), P3 (fermented feed + 12% squid oil), P4 (Fermented feed + pangasius waste oil + squid oil at a ratio of 1:1 [10 g pangasius waste oil + 10 g squid oil] with a dosage of 12%), P5 (Fermented feed + pangasius waste oil + squid oil at a ratio of 1:2 [10 g pangasius waste oil + 20 g squid oil] with a dosage of 12%), and P6 (Fermented feed + pangasius waste oil + squid oil at a ratio of 1:3 [10 g pangasius waste oil + 30 g squid oil] with a dosage of 12%). Larvae were reared for 40 days at a stocking density of 5 individuals L-1. Results demonstrated that feed enrichment significantly affected (p<0.05) absolute weight, absolute length, specific growth rate (SGR), and survival rate. The best performance was obtained with the 1:3 combination, yielding an absolute weight of 0.80 g, an absolute length of 3.45 cm, an SGR of 14.07%/day, and a survival rate of 75.11%. Larvae exhibited active feeding behavior with minimal feed residues.