Latar Belakang: Pasien dengan patologi ginekologi yang dilakukan tindakan ooforektomi bilateral dan terjadi surgical menopause memiliki risiko gangguan metabolisme lipid lebih besar daripada menopause alami. Sebagian pasien ini mendapatkan kemoterapi dengan akibat gangguan profil lipid yang bersifat sementara selama kemoterapi namun diketahui akan membaik setelah enam bulan dari terapi terakhir.Tujuan: Mengetahui perbandingan gambaran profil lipid pasien ooforektomi bilateral (surgical menopause) pada enam bulan pasca kemoterapi dan tanpa kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.Metode: Penelitian deskriptif ambidirectional cohort pada wanita premenopause yang menjalani ooforektomi bilateral oleh karena patologi ginekologi (tumor ovarium, uterus, atau serviks) dengan atau tanpa kemoterapi. Profil lipid (kolesterol total, trigliserida, LDL, HDL) dan estradiol diukur pada enam bulan pasca kemoterapi atau satu tahun pasca ooforektomi.Hasil: Pada kelompok enam bulan pasca kemoterapi didapatkan hasil yang normal untuk rerata kadar kolesterol total 194,42+33,14 mg/dL, trigliserida 146,21+71,71 mg/dL, serta HDL 50,79+9,40 mg/dL namun kadar LDL di atas kadar normal (133,00+32,23 mg/dL). Kelompok tanpa kemoterapi memiliki rerata kadar kolesterol total 215,38+38,48 mg/dL, trigliserida 168,92+87,26 mg/dL, dan LDL 143,04+37,75 mg/dL yang di atas ambang nilai normal dengan perbedaan signifikan pada kadar kolesterol total (p=0,049). Kadar estradiol tidak berbeda bermakna pada kedua kelompok.Kesimpulan: Kelompok subjek surgical menopause dengan kemoterapi memiliki kadar kolesterol total, trigliserida, dan HDL normal pada enam bulan setelah kemoterapi terakhir dibandingkan kelompok nonkemoterapi yang memiliki kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL yang lebih tinggi. Diperlukan pemeriksaan profil metabolik sebelum terapi dan pemantauan pasca tindakan serta edukasi pada populasi ini.