Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Terapi Massage Efflurage Menggunakan Virgin Coconut Oil Untuk Mengurangi Nyeri Akut Pada Pasien Ulkus Deabetik Di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Makiempi, Jelita; Yulianti , Sri; Asrum, Mohammad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9415

Abstract

Pendahuluan Ulkus diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang sering menimbulkan nyeri akut dan menganggu kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas terapi massage effleurage menggunakan VCO dalam mengurangi nyeri akut pada pasien ulkus diabetik di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien ulkus diabetik yang mengalami nyeri akut. Subjek penelitian terdiri dari pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan dievaluasi selama intervensi. Hasil Setelah dilakukan intervensi terapi massage efflurage dengan VCO, tingkat nyeri pasien menunjukkan penurunan yang signifikan. Sebelum terapi, tingkat nyeri berada pada skala 7 (nyeri berat), sementara setelah terapi, nyeri berkurang menjadi skala 4 (nyeri ringan), yang menunjukkan efektivitas terapi dalam mengurangi nyeri akut pada pasien ulkus diabetik Hasil penelitian ini mendukung penggunaan terapi massage effleurage dengan VCO sebagai metode non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi nyeri pada pasien ulkus diabetik. Peningkatan sirkulasi darah, relaksasi otot, dan kandungan antibakteri dalam VCO turut berperan dalam pengurangan nyeri dan mempercepat penyembuhan luka. Kesimpulan Terapi massage effleurage menggunakan virgin coconut oil efektif dalam mengurangi nyeri akut pada pasien ulkus diabetik. Terapi massage effleurage ini dapat dijadikan alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien untuk meningkatkan kenyamanan dan mempercepat proses penyembuhan.
Implementasi Teknik Relaksasi Napas Dalam Pada Pasien Pasca Laparatomi Dengan Masalah Nyeri Akut Di Ruangan Teratai Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Deep Breathing Relaxation Techniques in Post-Laparatomy Patients with Acute Pain Problems in the Lotus Room, Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Madjalima, Bahtiar; Yulianti , Sri; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9370

Abstract

endahuluan : laparatomi adalah tindakan operasi yang membuka rongga abdomen melalui sayatan besar untuk menampilkan bagian tubuh yang mengalami masalah Tujuan : penelitian ini yaitu diimplementasikan asuhan keperawatan tentang pemberian Latihan nafas dalam sebagai Teknik relaksasi terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca laparatomi. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Instrumen yang dipakai meliputi pengukuran skala nyeri numerik, format pengkajian asuhan keperawatan dari Akademi Keperawatan Justitia, serta standar operasional teknik relaksasi napas dalam yang diadopsi dari buku pedoman Standar Prosedur Operasional Keperawatan PPNI 2021. Sampel yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu 1 pasien. Hasil : Data yang diperoleh dari seorang pasien, Ny. S, berusia 51 tahun, perempuan, menunjukkan keluhan nyeri pada luka pasca laparatomi di bagian perut. Nyeri yang dirasakan pasien berupa sensasi seperti ditusuk-tusuk dengan skala nyeri 6 (sedang) dan bersifat hilang timbul. Pasien menyatakan tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus maupun hipertensi. Hasil pemeriksaan tanda vital menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 110 x/menit, respirasi 20 x/menit, suhu 36,8?, dan saturasi oksigen (SpO?) 99%. Berdasarkan pengkajian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa pasien mengalami masalah keperawatan berupa nyeri akut. Kesimpulan : Implementasi teknik relaksasi napas dalam pada pasien pasca laparatomi dengan masalah nyeri akut terbukti cukup efektif dalam mengurangi nyeri yang dirasakan. Hasilnya menunjukkan penurunan skala nyeri dari awal 6 (sedang) menjadi 2 (ringan). Saran : hasil penelitian teknik relaksasi napas dalam ini dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk menurunkan skala nyeri