Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Tiga Formulasi Kurkumin Sinergis sebagai Adjuvan TBC: Strategi mengatasi Hepatotoksisitas OAT: The Potential of Three Synergistic Curcumin Formulations as TB Adjuvants: A Strategy to Overcome Anti-TB Drug Hepatotoxicity Dero Wahyudi; Riezka Dwy; Merlinda Wahyu Fenrianti; Muslih Faizulhaq Mbuti Lihawa; Jacintha Ribka Aliestha Karauwan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9512

Abstract

Tuberkulosis (TBC), yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, tetap menjadi krisis kesehatan global dengan beban kasus yang sangat tinggi di Indonesia. Meskipun regimen Obat Anti Tuberkulosis (OAT) lini pertama telah tersedia, pengobatan standar masih menghadapi tantangan berupa durasi terapi yang panjang, risiko hepatotoksisitas, dan meningkatnya resistensi obat. Tinjauan literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi peran dan efektivitas kurkumin, senyawa polifenol bioaktif dari Curcuma longa, sebagai terapi adjuvan dalam penatalaksanaan TBC, serta menganalisis perbandingan kinerja berbagai formulasi sinergisnya. Tinjauan ini merupakan sintesis literatur naratif yang menunjukkan bahwa kurkumin memiliki aktivitas antimikroba, anti-inflamasi, imunomodulator, dan hepatoprotektif yang krusial dalam konteks TBC. Namun, bioavailabilitas oral kurkumin sangat rendah akibat penyerapan yang buruk, metabolisme dan eliminasi yang cepat. Optimalisasi formulasi, seperti kombinasi kurkumin dengan piperin sebagai bioenhancer yang menghambat glukuronidasi, terbukti dapat meningkatkan bioavailabilitas. Selain itu, formulasi dengan gula merah dapat meningkatkan penyerapan usus dan menyediakan nutrisi mikro penting, sementara pengembangan kurkumin dan kitosan atau teknologi nano mampu meningkatkan stabilitas kelarutan, dan penargetan kurkumin. kesimpulannya kurkumin mendukung pengobatan OAT melalui peran hepatoprotektifnya, memitigasi risiko kerusakan hati yang diinduksi OAT serta meningkatkan keamanan pengobatan. Secara keseluruhan, formulasi sinergis yang optimal menjadikan kurkumin sebagai adjuvan yang menjanjikan untuk meningkatkan efikasi pengobatan TBC dan memperbaiki prognosis pasien.