Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literature Review: Risiko Penyakit Paru pada Pengguna Vape: Literature Review: Risk of Lung Disease in Vape Users Isyarani Amelia Piator Pangaribuan; Nur Afifah Sajidah; Muhammad Alfares Madopi; Nalar Fakhrurozi Moridu; Abdul Rahman Bahmid
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9632

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape) meningkat pesat pada remaja dan dewasa muda, memunculkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap kesehatan paru. Selain risiko popcorn lung (bronchiolitis obliterans) akibat paparan senyawa seperti diacetyl, acetyl propionyl dan 2,3-pentanedione, penggunaan vape juga dikaitkan dengan PPOK, kanker paru, TB paru, dan perburukan asma melalui mekanisme inflamasi dan toksisitas aerosol. Penelitian ini merupakan narrative literature review yang menelusuri artikel dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar periode 2020–2025. Literatur dipilih berdasarkan relevansi dengan efek toksik vape terhadap saluran napas dan penyakit paru. Tinjauan menunjukkan bahwa paparan kronis terhadap zat flavoring berpotensi menyebabkan iritasi, inflamasi, dan fibrosis bronkiolus yang menyerupai popcorn lung. Vape juga meningkatkan risiko PPOK melalui inflamasi kronik dan stres oksidatif, serta berpotensi memicu kanker paru akibat kerusakan DNA dan perubahan epigenetik. Selain itu, paparan aerosol dapat menurunkan imunitas lokal sehingga meningkatkan kerentanan terhadap TB paru, serta memperberat gejala asma melalui peningkatan hiperresponsivitas bronkus. Penggunaan rokok elektrik tidak hanya berisiko menyebabkan bronchiolitis obliterans, tetapi juga berkontribusi terhadap berbagai penyakit paru lain yang berdampak signifikan. Pengawasan terhadap komponen e-liquid dan edukasi masyarakat perlu diperkuat untuk mencegah dampak kesehatan jangka panjang.