Fluktuasi harga komoditas pangan seperti beras, cabai, dan energi menekan konsumsi rumah tangga berpenghasilan rendah. Inflasi, sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum akibat ketidakseimbangan permintaan-penawaran, Tujuan penelitian difokuskan menganalisis pengaruh inflasi terhadap daya beli masyarakat di indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) diterapkan, dengan data sekunder dari jurnal ilmiah, buku dan lain sebagainya. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian, identifikasi, dan analisis literatur relevan untuk menyusun sintesis konseptual mengenai hubungan inflasi-daya beli masyarakat. Berdasarkan hasil tinjauan literatur, dapat disimpulkan bahwa inflasi secara signifikan menurunkan daya beli masyarakat Indonesia, terutama pada kelompok berpenghasilan rendah dan tetap, karena kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, cabai, dan energi melebihi laju pendapatan. Penelitian ini mengonfirmasi hubungan negatif empiris, di mana setiap 1% kenaikan inflasi dapat mengurangi daya beli hingga 0,263%, memicu penurunan konsumsi pangan per kapita 8% dan perubahan pola belanja menuju barang esensial. Penurunan daya beli terasa pada pengurangan kuantitas dan kualitas konsumsi, termasuk protein hewani, serta pelemahan sektor ritel dengan indeks penjualan riil turun 4,3%. Kelompok rentan mengalami tekanan sosial seperti risiko kemiskinan, putus sekolah, dan stres ekonomi, memperlebar kesenjangan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat stabilisasi harga, khususnya pada komoditas pangan dan energi, sementara Bank Indonesia tetap menjaga konsistensi kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi.