Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOLARISLIGHT : SISTEM PENERANGAN BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN IOT DAN SOLAR CELL SYSTEM UNTUK EFISIENSI ENERGI PADA DESA WISATA CIASMARA Syifa Nurgaida Yutia; Aisyah Novfitri; Annisa Desianty; Alva Nurvina Sularso; Hakim Giraldi Saputra; Muhammad Nur Rizqi
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6134

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diadakan di desa Ciasmara di kabupaten Bogor bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur berupa fasilitas umum penerangan lampu jalan sebagai bagian dari rencana desa Ciasmara sebagai desa wisata. Fasilitas penerangan lampu jalan berbasis IoT dan solar panel bertujuan untuk memberikan lingkungan yang aman, nyaman bagi para wisatawan, dan menciptakan energi bersih. Penerangan jalan menggunakan teknologi IoT dan Solar Panel menawarkan perawatan yang mudah dan tahan lama, dan tidak membebani biaya listrik desa. Sehingga teknologi ini menjadi solusi terbaik untuk alternatif di daerah terpencil. Tahapan implementasi program SolarisLight dimulai dengan kegiatan observasi untuk melakukan pemetaan titik penanaman tiang lampu. Proses perancangan dan pembuatan alat membutuhkan waktu satu minggu sebelum dilakukan pemasangan solar panel dan sistem IoT. Lima titik lampu penerangan ditenagai dengan kapasitas baterai sebesar 12V 300Ah dalam panel box mampu memberi ketahanan pencahayaan hingga 2 hari di malam hari. Sistem IoT yang diintegrasikan dengan panel surya memungkinkan adanya pemantauan parameter kelistrikan secara real time. Pemberian buku manual dan kegiatan sosialisasi penggunaan SolarisLight dilakukan agar masyarakat desa wisata Ciasmara dapat memonitoring sistem Solarislight melalui aplikasi yang diakses menggunakan smartphone. Hasil survei kepuasan mitra menunjukan adanya peningkatan jumlah wisatawan di desa Ciasmara setelah implementasi sitem SolarisLight. Dengan adanya hasil ini, diharapkan dapat menjadi program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
Penerapan Algoritma Resedual Network 50 dan Convusional Block Attention Module untuk Deteksi Citra Deepfake Muhammad Dimas Aulia Putra Riali; Syifa Nurgaida Yutia; Demi Adidrana
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deepfake merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan dengan teknologi deep learning yang mampu menciptakan atau memanipulasi wajah seseorang secara realistis. Dalam survey terbaru VIDA Where’s The Fraud – Protecting Indonesia Business from AI Generated Fraud, menemukan lonjakan 1540% pada kasus penipuan deepfake di wilayah APAC tahun 2022 hingga 2023, sementara di indonesia terdapat 1550% kasus penipuan. Peningkatan signifikan kasus deepfake ini menunjukkan tantangan baru dalam mendeteksi manipulasi visual menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Di samping manfaatnya penggunaan teknologi deep learning ini bisa menjadi ancaman serius dalam kasus penipuan dan pemerasan, diperlukan metode deteksi berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi deepfake secara efektif dan efisien. Penelitian ini berfokus pada pengembangan dan penerapan metode deteksi deepfake berbasis Convolutional Neural Network (CNN) menggunakan arsitektur Residual Network 50 (ResNet50) yang dimodifikasi dengan Convusion Block Ateention Module (CBAM) untuk meningkatkan akurasi dalam mendeteksi pola-pola artefak yang muncul pada citra deepfake, sebagai kontribusi dalam upaya mitigasi penyalahgunaan teknologi deepfake yang semakin marak. Penelitian ini menggunakan dataset kaggle yang berjumlah 8000 dataset. Dataset yang akan digunakan untuk perbandingan keaslian data melalui tahapan normalisasi, pelatihan model, dan evaluasi performa dengan metrik akurasi yang terdiri dari gambar asli dan gambar yang sudah menggunakan deepfake yang dihasilkan melalui teknologi berbasis AI. Dalam studi terdahulu Penggunaan ResNet50 dalam kelasifikasi menunjukan hasil sebesar 78,87% sedangkan integrasi menggunakan attention mecanism pada ResNet50 dengan Long- Distance Attention Module mencapai akurasi hingga 94.30% dan AUC 98.70%. Hasil dari penelitian ini menunjukan penggunaan CBAM pada 8000 dataset menghasilkan metrix akurasi Accuracy 68.44%, Precision 72,26%, Recall 53,73%, dan F1- score 61,63%, dan dari hasil pengamatan pada 6000 dataset ditemukan Accuracy 75.27%, Precision 67,91%, Recall 95,80%, dan F1- score 79,43%. Dengan pendekatan ini di harapkan mampu menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan keamanan sistem berbasis biometrik, serta mencegah penyalahgunaan teknologi deepfake dalam berbagai sektor. Kata kunci — Deepfake, Convolutional Neural Network, ResNet50, Convolutional Block Attention Module, Rectified Linear Unit, Sigmoid.
Pengembangan Sistem Internet of Things untuk Deteksi Kebakaran dan Peringatan Dini Berbasis Algoritma Naïve Bayes Fadlan Amir Furqon; Syifa Nurgaida Yutia; Nurul Ilmi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, dengan rumah tinggal sebagai bangunan yang paling rentan terhadap risiko kebakaran. Penghuni rumah sering kali tidak menyadari terjadinya kebakaran, yang dapat menyebabkan kerugian harta benda, properti, bahkan nyawa jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pendeteksi dini kebakaran yang dapat memberikan peringatan secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe sistem keselamatan kebakaran berbasis Internet of Things (IoT), yang menggunakan berbagai sensor dan kecerdasan buatan dengan metode Naive Bayes untuk mengklasifikasikan potensi kebakaran pada gedung. Sistem ini memanfaatkan microcontroller ESP32 sebagai penghubung antara sensor dan aplikasi Telegram untuk pemantauan serta notifikasi kebakaran secara real-time. Sensor Api dan Sensor MQ-2 digunakan untuk mendeteksi api, asap dan gas yang menjadi indikasi awal kebakaran, sementara modul ESP32-CAM digunakan untuk mengambil gambar atau video situasi kebakaran. Metode Naive Bayes dipilih karena cocok digunakan pada sistem berbasis mikrokontroler dengan keterbatasan penyimpanan, seperti ESP32. Dataset yang digunakan untuk penelitian berjumlah 3200 data. Hasil dari penelitian model yang dikembangkan menunjukkan akurasi tinggi sebesar 96,72% dengan precision, recall, dan F1-score mencapai hingga 0,97, menandakan kemampuan klasifikasi yang konsisten dan seimbang dalam membedakan kondisi berbahaya dan tidak berbahaya. Kata kunci— Deteksi Kebakaran, Naïve Bayes, Internet of Things, ESP32