Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Habidah, Siti Nur; Rifa’i, Ahmad
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.5489

Abstract

ABSTRACT Arabic language learning in madrasahs plays an important role in developing students’ language proficiency and reasoning skills. However, conventional teaching methods that emphasize memorization oftenlead to passive learning and do not adequately train students’ critical thinking abilities. This study aims to examine the implementation of discussion strategies in Arabic language learning at MTsN 3 Sidoarjo and to analyze how these strategies enhance students’ critical thinking skills. This research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and documentation. The study began with the determination of the research focus and the development of research instruments. Subsequently, data collection was carried out through learning observations, interviews, and document analysis. The collected data were analyzed to identify patterns and meanings relevant to the research objectives, and their validity was ensured through triangulation. The research findings were then systematically organized and presented in accordance with academic writing conventions. The results indicate that the use of discussion strategies significantly increases student participation and interaction in the classroom. Students become more active in exchanging ideas, asking questions, and expressing arguments based on logical reasoning. Through structured discussions, students not only gain a deeper understanding of Arabic language concepts but also develop essential skills such as analysis, evaluation, and problem-solving. The integration of discussion as a learning strategy creates a more dynamic, student-centered classroom environment, which ultimately supports students’ overall development, particularly in terms of critical thinking skills. ABSTRAK Pembelajaran bahasa Arab di madrasah memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dan keterampilan bernalar siswa. Namun, metode pembelajaran konvensional yang menekankan pada hafalan sering kali menyebabkan siswa pasif dan kurang terlatih dalam berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi diskusi dalam pembelajaran bahasa Arab di MTsN 3 Sidoarjo serta menelaah bagaimana strategi tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini diawali dengan penetapan fokus kajian dan penyusunan instrumen penelitian. Selanjutnya, pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan makna yang relevan dengan tujuan penelitian, kemudian diuji keabsahannya melalui triangulasi. Seluruh hasil penelitian selanjutnya disusun dan disajikan dalam bentuk laporan penelitian yang sistematis sesuai kaidah penulisan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi diskusi secara signifikan meningkatkan partisipasi dan interaksi siswa di kelas. Siswa menjadi lebih aktif dalam bertukar ide, mengajukan pertanyaan, serta mengemukakan argumen dengan penalaran yang logis. Melalui diskusi yang terstruktur, siswa tidak hanya memahami konsep bahasa Arab secara lebih mendalam, tetapi juga mengembangkan keterampilan penting seperti analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah. Integrasi diskusi sebagai strategi pembelajaran mengubah suasana kelas menjadi lebih dinamis dan berpusat pada siswa. Hal ini pada akhirnya turut mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, khususnya dalam aspek berpikir kritis.