Latar belakang: Pernapasan merupakan proses fisiologis yang esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Penyakit pernapasan masih umum terjadi, sementara spirometer kurang praktis dan tidak selalu tersedia. Grafena oksida (GO) memiliki kepekaan tinggi terhadap kelembaban napas sehingga berpotensi menjadi sensor pernapasan yang lebih sederhana dan sensitif. Karena penelitian sensor GO masih terbatas di Indonesia, studi ini dilakukan untuk menilai kinerja sensor GO dalam mendeteksi pola pernapasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sensor berbasis grafena oksida dalam mendeteksi pernapasan manusia dengan menilai akurasi, sensitivitas, dan stabilitas sinyalnya, serta membandingkannya dengan sensor non-GO dan alat pembandingnya. Metode: Studi ini menggunakan desain eksperimental dengan membandingkan sensor GO dan non-GO melalui pengujian napas manusia dan humidifier. Data sinyal diukur menggunakan osiloskop, lalu dianalisis untuk menentukan akurasi dan sensitivitas sensor. Hasil: Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor mampu mendeteksi perubahan kelembaban melalui perbedaan amplitudo sinyal (Vpp) yang terekam pada osiloskop. Sensor menunjukkan akurasi sebesar 96,8% dan sensitivitas sebesar 4,2 mV/%RH, jauh lebih tinggi dibandingkan sensor non-GO yang hanya mencapai akurasi 38,8% dan sensitivitas 0,2 mV/%RH.Sensor GO juga menghasilkan respons sinyal yang lebih stabil untuk semua jenis pernapasan, sehingga terbukti efektif dalam mendeteksi perubahan kelembaban napas. Kesimpulan: Sensor berbasis grafena oksida menunjukkan akurasi dan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan sensor non-GO, sehingga lebih efektif dan responsif dalam mendeteksi pola pernapasan.