Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang jumlah penderitanya terus meningkat, sehingga memicu pencarian alternatif penanganan melalui pangan fungsional. Salah satu contoh pangan fungsional yang potensial untuk dikembangkan adalah tepung ISP. Tepung isolated soy protein (ISP) merupakan produk yang dihasilkan dari proses isolasi kacang kedelai dan memiliki peranan yang sangat penting dalam industri pangan. Tepung ISP berpotensi dalam pengendalian kadar gula darah karena mengandung isoflavon yang diketahui dapat meningkatkan sensitivitas dan sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia serta pengaruh pemberian tepung ISP terhadap kadar gula darah pada mencit yang diinduksi diabetes. Karakteristik kimia dianalisis secara kualitatif melalui uji cemaran logam (uji sianida, arsen, nitrit dan logam berat), uji proksimat (uji kadar air, protein, karbohidrat dan gula total), serta identifikasi gugus fungsi menggunakan FTIR. Pengujian kadar gula darah dilakukan secara in vivo dengan dosis ISP 1,5 mg/mL, 1,8 mg/mL dan 2,3 mg/mL. Hasil penelitian menunjukkan tepung ISP bebas cemaran logam, dengan kadar air 8,235%, kadar protein 74,53%, kadar karbohidrat 0,92% dan kadar gula total 0,085%. Selanjutnya, hasil identifikasi gugus fungsi FTIR pada tepung ISP menunjukkan keberadaan isoflavon yang ditandai oleh gugus fenolik khas, yaitu -OH, -CH3, karbonil (C=O) dan aromatik (C=C). Hasil uji in vivo dengan dosis ISP 1,5 mg/mL menunjukkan penurunan kadar gula darah yang signifikan sebesar 78,41% melampaui efektivitas terapi obat glibenklamid (76,14%), sehingga tepung ISP berpotensi sebagai agen penurun kadar gula darah alami yang efektif dan aman.